PESAN RAHASIA YANG TERSEMBUNYI SELAMA 500 TAHUN
Prolog
Di kota Milan, Itali, ada sebuah gedung aula tua yang di salah satu dindingnya terdapat mural ( lukisan di dinding, kalau di langit langit disebut fresco ). Lukisan itu sangat terkenal dibuat oleh pelukis jenius, yang sangat visioner dan futuristik, bernama Leonardo Da Vinci. Dia adalah ilmuwan, penemu. seniman, pemikir terbesar periode renaisance. Karya mural yang dimaksud adalah lukisan yang diberi judul The Last Supper ( Perjamuan Makan Malam Terakhir ). Lukisan itu mengambil tema yang dikisahkan dalam Al Kitab ( Perjanjian Baru ). Pada malam terakhir sebelum ditangkap oleh pasukan Romawi, Yesus mengadakan acara jamuan makan malam bersama dua belas murid muridnya.
Lukisan itu adalah karya masterpice Leonardo Da Vinci. Lukisan itu sudah dicopy jutaan keping dan sudah dibahas oleh ribuan orang ahli, kritikus seni, komentator, kurator, konservator, menghasilkan ratusan karya tulis ( buku, makalah, laporan penelitian yang dipublikasikan ), dibicarakan dalam berbagai seminar, konferensi di berbagai periode selama 500 tahun. Tidak ada lagi lukisan yang dibicarakan demikian intens selain perjamuan terakhir.
Menguraikan Pesan Rahasia
Beberapa tahun lalu ada kekelompok ahli dari berbagai bidang keilmuan berkolaborasi melakukan riset mendalam, terhadap objek lukisan itu. Para ahli tersebut berasal dari bidang bidang keilmuan fisika, kimia, material sains, digital forensik, big data dan artificial inteligence, semiotika, simbologi, teknologi informasi khususnya sub spesialisasi transkripsi / enskripsi / coding, ahli konservasi lukisan, ahli citra multi spektral, ahli bahasa Latin, sejarah, antropologi, psikologi.
Hasil riset mereka menghasilkan temuan spektakuler, yang belum pernah diungkapkan. Menurut para peneliti, lukisan perjamuan terakhir adalah media atau brankas penyimpanan pesan rahasia. Pesan itu tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang yang tidak terlatih. Pesan itu fibuat tersamar, tersembunyi karena berisi pandangan yang bertabrakkan dengan doktrin gereja Katolik masa itu yang menjadi basis keimanan agama Katolik. Leonardo merasa manusia pada masa dia hidup belum siap menerima pesan itu dan meramalkan pesan itu akan dapat diuraikan, dibaca oleh masyarakat yang sudah siap menerimanya. Apa gerangan isi pesan rahasia dari Leonardo da Vinci yang disimpan di dalam lukisannya?.
Setelah bekerja serius dalam keheningan dan kesunyian, selama beberapa bulan, para ahli yang saling bekerja sama, berhasil menemukan pesan pesan rahasia di berbagai posisi keruangan dalam bidang lukisan.
Tulisan singkat ini tidak menguraikan detail prosedur metodologi, hasil rinci berikut tabel, diagram dan grafik. Pemindaian gambar dilakukan dengan teknik penyiaman seluruh bentang lukisan dengan menggunakan kamera beresolusi tinggi, untuk mencari anomali yang sifatnya tidak acak. Kemudian dimasukkan input data tentang berkas berkas tulisan, sketsa, lukisan karya Leonardo da Vinci, profil gaya tulisan, kepribadiannya. Kemudian mesin pencari yang diberi nama axioma menampilkan anomali berupa gambar spiral seperti keong di bagian atas lukisan yang berwarna hitam. Bentuk itu mengikuti kaidah matematika golden ratio atau deret Fibonachi yang merupakan salah satu tetapan kosmologi. Ini bukan sekadar pesan rahasia tetapi kode matematika. Mesin pencari diperintahkan menelusuri spiral itu yang ternyata merupakan kunci pembuka jalan untuk memasuki labirin kode rahasia. Melalui penelusuran spiral itu ditemukan kumpulan kata berserakan. Kata kata itu semacam kode yang dapat diuraikan dan disatukan secara harmoni melalui kaidah semantik Kata kata yang membentuk kalimat berisi pesan pertama yang berbunyi :
Kebenaran akan bangkit kembali, ketika akal menggantikan iman.
Ini adalah deklarasi perang dari kelompok sekuler kepada kelompok gereja konservatif. Leonardo da Vinci, meramalkan bahwa di masa depan, ilmu pengetahuan akan membil alih banyak peran agama sebagai sumber kebenaran mutlak dan peran pemuka agama sebagai pembentuk, penafsir realitas serta para saintis akan menggerus otoritas pemuka agama.
Kemudian di dekat sosok Yudas Iskariot, terdapat kata kata yang setelah dienskripsi dan ditranskripsi menampilkan kalimat sebagai pesan ke dua yang berbunyi : Para pengkhianat hanya alat di tangan sejarah dan tangan yang menggerakkan mereka adalah pelaku yang sebenarnya. Pesan ini menegaskan bahwa pelaku yang tampak hanya aktor kecil. Narasi ini melawan narasi resmi dari gereja Katolik yang sudah bertahan ribuan tahun. Menurut Leonardo Da Vinci, Yudas tidak lebih dari sekrup kecil dari mesin raksasa kelompok konspirator. Sejarah ditulis oleh arsitek kekuasaan, bukan oleh para aktor di panggung sejarah.
Di dekat sosok Rasul Simon Petrus yang diberi gelar batu karang, dikenal sebagai pribadi yang keras tanpa kompromi, terdapat kumpulan kata. Petrus adalah pendiri gereja pertama dan dianggap sebagai Paus pertama. Petrus dalam bahasa Latin, Petra dalam bahasa Yunani, Peter dalam rumpun bahasa Indo German lain berarti batu karang. Petrus disimbolkan sebagai sosok pembentuk institusi gereja pertama yang berperan merumuskan doktrin, memelihara doktrin, menafsirkan dan merumuskan realitas. Gereja adalah institusi yang berwenang memutuskan kanonisasi kitab kitab suci. Di dekat Petrus terdapat kata kata yang merupakan pesan rahasia dari Sang Maestro yang berbunyi :
Batu karang yang menolak melihat retakan dirinya sendiri akan runtuh Pesan ini menegaskan bahwa institusi keagamaan yang bersifat absolut, otoriter, tidak mau beradaptasi dengan perubahan jaman akan runtuh karena ditinggalkan pengikutnya.
Di dekat sosok Rasul Thomas yang dikenal sebagai pribadi peragu, tidak kuat pendirian, terdapat kumpulan kata yang setelah digabung membentuk kalimat sebagai pesan keempat. Dalam narasi mainstream, sosok Thomas digambarkan sebagai pribadi rapuh, serba ragu ragu. Leonardo memberikan narasi tandingan bahwa sikap ragu ragu adalah sikap dan perilaku standard dari norma keilmuan, yang tidak mau menerima begitu saja sebuah penjelasan tanpa ada upaya proses verifikasi. Pesan dari Leonardo Da Vinci berbunyi : Keraguan bukan musuh kebenaran, tetapi satu satunya jalan menuju kebenaran.
Mesin pencari kemudian tidak menemukan lagi pesan berikutnya. Sosok tokoh sentral di dalam lukisan itu adalah Yesus, justru tidak ada kumpulan kata di dekatnya. Para peneliti kemudian memasukkan protokol baru untuk mencari lebih teliti di sekitar sosok Yesus. Akhirnya kode rahasia ke lima dan yang terpenting yang merangkum empat pesan yang telah berhasil dibaca. Pesan itu adalah membicarakan pesan pesan itu sendiri yang berbunyi:
Iman tanpa akal adalah tidurnya kebenaran dan mereka yang terbangun akan melihat apa yang terlarang
Epilog
Leonardo Da Vinci memberikan pesan yang ditujukan bukan kepada manusia di jaman hidupnya, melainkan untuk manusia masa depan. Manusia di masa itu belum siap menerima pesan yang bersifat heretik. Pesan itu aman terlindung karena faktor usia, keausan, retakan, sehingga sulit terbaca dengan bantuan ilmu pengetahuan di jaman itu. Berkat perkembangan sains modern, pesan itu dapat dibaca dan sampai kepada kita. Leonardo meninggalkan pesan dari masa lalu ditujukan kepada manusia masa depan, karena mata dan telinga masa lalu masih buta terhadap pemikirannya. Dia adalah seniman yang visinya jauh melampaui jaman masa hidupnya. Dia tidak membutuhkan mata dan telinga audiens di jamannya, karena dia adalah seniman masa depan. Pesan itu sangat relevan untuk manusia masa kini. Akhirnya keinginan Leonardo Da Vinci dapat diwujudkan.
Gambar 1 : Lukisan The Last Supper, karya Leonardo Da Vinci

.png)

Comments
Post a Comment