VISI INDONESIA MASA DEPAN

 Prolog

Penulis sering ditanya oleh banyak orang dari berbagai kalangan, birokrat, akademisi, wirausaha, budayawan, seniman, birokrat, teknorat tentang visi Indonesia di masa depan. Pada kesempatan ini penulis akan berusaha memberikan pandangan tentang Indonesia di masa depan. Kalau bicara masa depan, harus ada titik tolak pijakan untuk meneropong masa depan. Masa kini mau atau tidak mau harus dijadikan baseline. Realita masa kini hanya merupakan potret sesaat yang direkam pada satu sekwen yaitu di masa kita hidup saat ini. Masa kini merupakan kelanjutan dari sekwen di masa lalu. Untuk memahami realitas masa kini dengan lebih baik, kita harus menoleh ke belakang, ke masa lalu. Masa kini dibentuk oleh jalinan interaksi banyak variabel yang bekerja dengan berdasarkan dalil dalil yang sama,  hanya setting tampilan alamnya tidak sama. Misalnya, bentang alam hutan, kebun, sudah berubah menjadi desa dan kota. 

Setelah mempelajari kondisi Indonesia di masa lalu, dapat diketahui sumber kekuatan / keunggulan, kelemahan negeri ini. Apa dan dimana tersimpan energi besar di dalam pembentukan struktur keruangan seperti yang disaksikan hari ini. Berdasarkan kajian di masa kini, baru dapat memasuki ruang virtual, semacam ruang imersif  atau metaspace agar mendapatkan visi di masa depan. 


Pulau Jawa Sebagai Landasan Kokoh

Tidak dapat disangkal bahwa pulau Jawa walaupun bukan pulau terbesar, tetapi menduduki posisi penting, strategis bagi Indonesia. Siapa saja yang menguasai Jawa, berarti sudah menguasai sebagian besar Indonesia. Lebih 60% dari total penduduk Indonesia terkonsentrasi di Jawa dan Madura. Infrastruktur jalan raya, pembangkit listrik berikut jaringannya, pelabuhan laut utama, bandar udara utama, jaringan telekomunikasi berkualitas tinggi semua terdapat di Jawa. Beragam industri besar, fasilitas militer yang utama  juga terdapat di Jawa.

Semua hal itu disebabkan karena sejak ribuan tahun lalu, Jawa sudah menjadi pulau favorit untuk dihuni. Hal ini dibuktikan dengan kepadatan dan sebaran merata situs situs arkeologi di seantero pulau Jawa sebagai indikator keberadaan  peradaban tinggi. Kepadatan situs adalah indikator valid yang menunjukkan kepadatan penduduk. 

Faktor apa yang menyebabkan pulau Jawa diminati oleh banyak orang sejak ribuan tahun lalu?. Ditinjau dari ilmu geologi, Jawa tergolong pulau muda, terbentuk pada awal jaman quarter, 2,5 juta tahun lalu. Sebagai pulau muda, Jawa memiliki banyak gunung api yang masih aktif. Dengan banyaknya gunung api yang masih aktif, pulau Jawa terus menerus mendapat muntahan lava, dan berbagai material, sehingga senantiasa dapat memperbaharui dirinya. Akibatnya terbentuk solum tanah yang tebal yang berasal dari endapan vulkanik dan alluvial. Hal ini menyebabkan kesuburan tanah tetap terpelihara. Selain itu dengan banyaknya memiliki gunung api yang masih aktif ataupun yang sudah tidak aktif, memberi peluang pada terbentuknya banyak mata air di kaki perbukitan. Air yang keluar dari mata air tersebut kemudian membentuk aliran aliran sungai dengan pola dendritic, yang akhirnya membentuk aliran sungai besar dan terbentuk estuarin di muara. Dengan banyaknya sungai yang terbentuk, menyebabkan  banyaknya tersedia air permukaan, air tanah dangkal dan air tanah dalam. Tanah yang subur dan ketersediaan air yang melimpah, adalah faktor utama pembentuk keanekaragaman hayati. Hal itulah yang membuat pulau Jawa menarik minat orang untuk mendiaminya. Pulau Jawa sudah diuntungkan oleh alam sehingga dapat lebih kompetitif dibanding pulau pulau lain sebagai pusat pertumbuhan peradaban.  

Ditinjau dari ilmu geomorfologi, sifat dan karakter pantai utara dengan pantai selatan pulau Jawa sangat kontras perbedaannya. Pantai utara yang berhadapan dengan laut Jawa terbentuk dari endapan alluvial dan pantai selatan terdiri batuan keras, menghadap samudera Hindia. Di laut Jawa, perairannya tenang, jarang terjadi badai, sebaliknya perairan di selatan Jawa berombak besar, sering terjadi badai. Kota kota pelabuhan di pantai utara Jawa sejak ribuan tahun lalu selalu ramai dikunjungi kapal kapal dagang. Kota kota pelabuhan berjajar dari barat ke timur antara lain, Banten, Jakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Jepara, Tuban, Gresik, Surabaya. 

Dari paparan di atas, kekuatan utama Indonesia terletak di Pulau Jawa. Jika pengamatan atas pulau Jawa, dizoom, maka kelihatan bahwa inti kekuatan pulau Jawa berada di pesisir utara membentang dari barat ke timur. Fenonena ini sudah diamati dengan cermat sejak tiga abad lalu oleh Gubernur Jenderal Herman William Daendels ( 1808 - 1811 ). Daendels membangun jalan raya pos dari Anyer ke Panarukan sepanjang lebih kurang 1000 Km. Sampai sekarang jalan raya peninggalan Daendels masih menjadi jalur transportasi dan logistik terpenting di Jawa. Dapat dikatakan bahwa jenderal Daendels adalah seorang militer, birokrat, administrator yang visioner. Jalur jalan berikut jajaran kota kota pelabuhan di pantai utara Jawa dapat dikatakan sebagai sabuk pertumbuhan dan penggerak perekonomian Indonesia. 


Pulau Jawa Sebagai Pusat Pembiakan Kultur Jaringan. 

Walaupun pulau Jawa memiliki banyak keunggulan di banding pulau pulau lain, tetapi mengingat kapasitas bawa ( carrying capacity ), daya dukung suatu ekosistem tetap ada batasnya serta beban tanggungan populasinya sudah sangat berat, pulau pulau lain harus segera mengambil alih sebagian beban tanggungan itu. Kebutuhan pangan makin meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk. Sementara ketersediaan lahan pertanian dan perkebunan makin terbatas. Kebutuhan pangan juga bertabrakan dengan kebutuhan untuk pengadaan bioenergi. Kebutuhan lahan juga dibutuhkan untuk pemukiman, pengembangan kota, pembangunan berbagai proyek infrastruktur. Pulau Jawa tidak mungkin lagi mampu berperan sebagai lumbung pangan nasional dalam cara pandang tradisional dan konvensional. Cara produksi pangan secara konvensional dengan proses fotosintesis dan hibridisasi harus diubah ke duplikasi melalui metode kultur jaringan dengan teknik bioreaktor. Cara konvensional membutuhkan lahan luas, air dalam jumlah besar, begitu juga dengan pupuk, pestisida, insektisida, herbisida dan waktu dalam hitungan beberapa bulan. Semua itu dapat dipangkas jika menggunakan kultur jaringan dan bioreaktor. Semua keunggulan pulau Jawa termasuk kualitas sumberdaya manusia, mutu lembaga pendidikan berikut kemampuan laboratoriumnya harus dimanfaatkan untuk menjalankan teknologi produksi pangan yang baru. Dengan demikian tujuan program ketahanan pangan, keamanan pangan, kedaulatan pangan, swasembada pangan dapat dicapai tanpa harus memperluas lahan pertanian dan peternakan. Bahkan lahan bekas areal pertanian / perkebunan dan peternakan dapat dialih fungsi untuk tujuan lain. 


Pesisir Pantai Sebagai Pemasok Energi

Sungguh tepat ungkapan masa depan Republik ada di laut. Sudah sejak lama harusnya kita meenghadapkan wajah ke laut. Indonesia adalah negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia, mencapai lebih dari 81.000 Km atau lebih dari 2 kali keliling bumi. Seandainya separuh saja dari pesisir Indonesia dimanfaatkan dengan membangun turbin angin, dapat dihasilkan energi bersih ( eco - energi ) dalam jumlah kelimpahan. Cina adalah negara yang paling progresif dalam urusan pembangunan turbin angin di sepanjang  pesisir pantai timurnya. Turbin angin tidak membutuhkan lahan luas seperti membangun pembangkit energi yang bersumber dari sinar matahari. Dengan demikian lahan di darat dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai keperluan lain. 


Perdagangan dan Jasa Sebagai Sektor Unggulan

Sejak berabad abad lalu sektor perdagangan mengungguli sektor pertanian tanaman pangan dalam kemampuan menghasilkan profit. Sektor perkebunan tanaman komoditi yang tergolong barang penikmat seperti kopi, teh, tebu, coklat, aneka ragam rempah rempah yang mendekati keunggulan perdagangan. Sektor pertanian dan perkebunan membutuhkan input yang besar dan waktu yang lama untuk menghasilkan keuntungan. Perdagangan hanya membutuhkan waktu singkat untuk mencapai keuntungan besar. Hal ini mudah dipahami karena pertanian dan perkebunan berada di hulu, mendekati sumber tenaga matahari untuk proses fotosintesis. Perdagangan berada di hilir, menerima pasokan dari berbagai daerah pedalaman dan dari mancanegara, sehingga dalam waktu singkat dapat menghimpun profit yang besar. 

Perdagangan dan para pedagang di masa lalu dan masa kini harus memiliki barang yang akan diperdagangkan. Perdagangan dan pedagang di masa depan tidak harus memiliki barang dagangan yang akan ditawarkan kepada para pembeli. Mereka cukup menguasai informasi berbagai komoditi, meliputi spesifikasi kualitas, jumlah kuantitas barang, lokasi keberadaan, harga, moda angkutan termurah, tercepat untuk mendatangkannya ke tempat tujuan. Pedagang tidak perlu memiliki fasilitas gudang penyimpanan di pelabuhan tertentu, ongkos bongkar  - muat barang. Semua dijalankan secara cepat, murah, efektif dan efisien. Komponen utama untuk menjalankan perdagangan di masa depan adalah kehandalan sistem informasi, kekuatan data base, kecanggihan software, berikut operator yang mumpuni. Peran pedagang hanya mempertemukan / mendekatkan produsen dengan pembeli,  sekaligus sebagai eksekutor transaksi. 


Pendidikan Yang Dibutuhkan

Menurut visi Indonesia di masa depan, pendidikan yang bersifat uniformitas ( penyeragaman ) dengan kurikulum kaku, ketat, model GBPP ( Garis Besar Pendidikan Pengajaran ) dan RPS ( Rencana Pembelajaran Semester ) jelas tidak memadai lagi dijalankan. Pendidikan harus dapat nembuat siswa mengenali dirinya sendiri, karena mengenal diri sendiri adalah pengetahuan tertinggi bagi tiap orang. Tanpa mengenali diri sendiri, dia tidak dapat mengenali, menggali dan mengoptimalkan potensi dirinya. Sekolah, guru hanya berfungsi sebagai fasiltator, pembimbing, selanjutnya beri kebebasan kepada siswa untuk mengembangkan dirinya. 

Pendidikan di masa kini dan masa depan harus memiliki prinsip prinsip :

  1. Passion,  apa yang anda sukai?. Kerjakan dan fokus pada apa yang anda sukai, dan tinggalkan apa yang tidak anda sukai, agar anda selamanya dilingkupi perasaan senang, tidak tertekan. Dengan demikian anda berpeluang memperoleh sebagian kebahagian hidup.
  2. Mission, apa yang dibutuhkan oleh dunia. Pendidikan harus dapat memindai,  mengidentifikasi, menginventarisasi kebutuhan dunia. 
  3. Profession, pendidikan harus mampu memberikan skill, yang wajib dikuasai oleh tiap orang.
  4. Vocation, pendidikan harus dapat membekali tiap orang dengan kompetensi level tinggi. Orang harus disadarkan bahwa mengapa dia dibayar mahal. 

 

Hukum dan Institusi Hukum Yang Memberikan Kepastian

Hukum dan instrumen hukum serta institusi hukum harus mengubah paradigmanya dari menciptakan keamanan, kestabilan dan ketertiban ke menciptakan keadilan dan kepastian. Hukum dan lembaga hukum jangan dijadikan instrumen penekan bagi orang yang berbeda pikiran. Hukum jangan dijadikan alat intimidasi dan menggiring orang untuk bertransaksi kepentingan. Ketertiban dan kestabilan akan terwujud secara otomatis jika semua orang diperlakukan dengan adil dan adanya kepastian hukum. 


Birokrasi dan Birokrat Yang Melayani

Birokrasi diciptakan untuk memperlancar semua urusan. Paradigma yang lebih mengutamakan prosedur harus diubah menjadi memperbesar out put. Salah satu kuncinya adalah pendelegasian wewenang yang terpusat pada satu atau dua orang ( prosesor ) untuk semua urusan kepada banyak prosesor, sehingga beban kerja tidak menumpuk di level teratas. Dengan demikian aliran nateri, data, informasi dan energi mengalir lebih kencang. Waktu yang diperlakukan untuk memproses data / informasi jadi lebih cepat. Hal itu hanya dapat dicapai kalau algoritma yang digunakan harus diubah. Perubahan itu tidak dapat terwujud jika filosofi birokrasi dan para birokratnya tidak diubah. Mindset pejabat harus dilayani seperti Tuan Besar harus diubah menjadi pejabat harus melayani seperti Seorang Pelayan.  


Kebudayaan Sebagai Arus Utama

Kebudayaan tidak artikan hanya sebagai kata benda, produk, melainkan juga kata sifat, kata kerja dan menunjukkan adanya proses. Kebudayaan tidak hanya membicarakan aspek abstrak ( intangible ), konkrit ( tangible ), yang bersifat estetika. Kebudayaan harus diartikan sebagai panduan, pedoman cara berpikir, berbicara, bersikap dan berperilaku. Visi Indonesia masa depan tidak dapat terwujud jika tidak dibarengi dengan perubahan cara berpikir, berbicara, bersikap dan bertindak. Perubahan itu mutlak harus dilakukan, disesuaikan dengan kondisi baru, suasana baru, konstelasi baru, tatanan / aturan baru, norma baru. Sudah waktunya kebudayaan mengambil alih posisi ekonomi, teknik, hukum, politik sebagai panglima dan menjadi leading sector dalam upaya mencapai visi Indonesia  masa depan. 


Epilog

Sebagaimana sebuah visi, dia adalah sebuah pandangan, keinginan, cita cita tentang kondisi masa depan yang ingin diwujudkan. Sebagus apapun sebuah visi, akan tetap tinggal sebagai catatan di atas kertas. Setiap visi harus diwujudkan. Sebuah visi tidak dapat diwujudkan tanpa adanya Misi yang akan membulatkan tekad untuk mewujudkannya. Agar tidak berkembang liar, misi harus dituntun oleh seperangkat Nilai nilai yang dijadikan pedoman dalam berpikir, berbicara, bersikap dan bertindak. Kemudian langkah berikutnya adalah membuat rumusan Kebijakan, yang diturunkan dari visi, misi dan nilai. Kebijakan hanya berisi ketentuan umum, yang masih harus dibuat lebih terperinci ke dalam dokumen Pedoman dan pedoman harus dibuat lebih konkrit dalam bentuk dokumen Prosedur,  dan dokumen Standard Operasi Prosedur ( SOP ). Untuk menjalankan SOP, dibutuhkan banyak jenis Form yang harus diisi sesuai dengan arahan SOP. Form yang sudah diisi, disebut sebagai Rekaman, yang merupakan bukti fisik otentik bahwa seluruh sistem dijalankan dengan benar. Setelah semua prosedur itu ditempuh, penulis akan memberanikan diri berkata dengan suara lantang bahwa sebuah visi sedang dan segera terwujud.





Comments

Popular Posts