ANAK KANDUNG PERADABAN API DAN KARBON
Pondasi permanen peradaban api dan karbon dibangun sejak manusia melakoni cara hidup menetap dengan ditopang oleh sistem pertanian menetap. Sistem sosial yang berlaku di masa sebelum era pertanian menetap, era berburu dan meramu adalah achieved status, yang bersifat egaliter. Sistem sosial yang dikembangkan pada era pertanian menetap adalah ascribed status, yang dapat diwariskan kepada anak biologis.
Budaya pertanian dengan pola hidup menetap dan sistem sosial ascribed status melahirkan stratifikasi sosial, elit dan non elit. Strata sosial adalah produk unggulan peradaban, pertanian, industri dan informasi. Pemukiman desa berkembang menjadi kota dan kemudian federasi kota bergabung membentuk kesatuan politik dalam sistem keruangan tertentu yang disebut dengan label negara. Semua institusi negara, birokrasi dengan para birokrat, militer dengan para jenderal, perwira / prajurit, institusi peradilan dengan para jaksa, hakim, pengacara, paralegal dibentuk ,bukan untuk menegakkan hukum / keadilan dan kesetaraan, tetapi untuk menciptakan / memelihara ketertiban / stabilitas demi terpeliharanya status quo yang menguntungkan para elit
Kondisi yang diinginkan para elit itu dapat berlangsung mulus berkat peranan besar dan penting aliansi / persekongkolan abadi dari para pemuka agama / ideologi, pakar / cerdik pandai / intelektual ( disimbolkan sebagai Bal'am ), para tokoh militer ( disimbolkan sebagai Jenderal Horemheb ), pemuka politik ( disimbolkan sebagai Fir'aun ), para tokoh bisnis ( disimbolkan sebagai Qarun ).
Wahai Para Aktivis, Volunter, Pejuang issue issue besar seperti Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Pelestarian Lingkungan, Hak Buruh, Kesetaraan Gender, sadarlah, berhentilah berilusi, berhalusiasi, bahwa perjuangan itu akan berhasil menggusur aliansi abadi dan terwujud keadilan serta kesetaraan. Lalu penulis dituduh lemah, putus asa, frustrasi, apatis dan banyak lagi kecaman yang diterima.
Anggap saja semua tudingan itu benar, tetap tidak akan memberi pengaruh signifikan terhadap keberhasil perjuangan para aktivis itu.Pengembaraan intelektual selama rentang waktu 13.000 tahun lalu mulai dari kaki pegunungan Zagros di Asia Kecil hingga ke pelosok di lima benua pada hari ini, memberikan konfirmasi hasil yang sama, yaitu :
1. Kekuatan alam, dalil alam tidak memberi kesempatan untuk terciptanya keadilan dan kesetaraan. Tema dasar alam semesta adalah perubahan - perubahan mendorong terciptanya variasi - variasi menimbulkan kompleksitas - kompleksitas menimbulkan ketidakpastian - ketidakpastian menimbulkan masalah - masalah harus diatasi dengan adanya kerjasama - kerjasama bisa berjalan lancar kalau ada kesamaan ideologi / keyakinan, bahasa, etnik, kepentingan - kesamaan beragam aspek itu harus dikelola dalam sistem tata kelola yang berbasiskan sistem tulisan, birokrasi, algoritma pemrosesan data - birokrasi yang efektif dan efisien membutuhkan strata / level berjenjang dari yang paling tinggi hingga paling bawah - stratifikasi tidak mungkin dapat mewujudkan kesetaraan.
2. Peradaban Api dan karbon menghasilkan produk monumental yaitu :
A. Ketidak setaraan, Ketidak adilan, ditandai dengan bercokolnya para elit dan non elit di sepanjang jaman.
B. Semua institusi peradaban di desain untuk terciptanya ketertiban, kestabilan, demi terpeliharanya kondisi status quo yang menguntungkan para elit.
Kesimpulan :
Ketidak adilan dan ketidak setaraan adalah anak kandung peradaban. Menggusur keduanya sama saja dengan melenyapkan peradaban api dan karbon, termasuk alam semesta
.png)
Comments
Post a Comment