ARTI DAN MAKNA PENTING WARISAN SOEDJAI KARTASASMITA
Pengantar
Dasar Filosofi Warisan Peradaban
Bumi adalah tempat kelahiran, setiap
manusia, tempat menjalani kehidupan dan tempat kematiannya. Sepanjang durasi
masa hidupnya, berada di bumi dan berstatus sebagai warga bumi. Setiap orang
berhak untuk mengetahui riwayat bumi beserta segala isinya, riwayat
keberadaannya, termasuk riwayat para pendahulunya. Semua informasi itu terekam
pada berbagai fenomena penampakan formasi batuan geologis, lanskap bentang
alam, sisa jasad mahluk hidup, termasuk tumbuhan dan hewan, semua
benda buatan manusia. Dengan metode dan teknik keilmuan tertentu, informasi itu
dapat diungkapkan, sehingga diketahui oleh publik. Tidak semua orang memiliki
kemampuan untuk mengumpulkan, menyimpan, merawat dan menikmati berbagai
informasi tersebut.
Banyak orang yang memiliki kemampuan
tersebut memonopoli kepemilikan dan
menikmatinya sendiri atau bersama kalangan terdekatnya. Orang berkarakter
demikian disebut Kolektor. Ada pula
orang yang memiliki kemampuan serupa tetapi ingin membagikan kesempatan yang
dimklikinya kepada publik. Bahkan orang tersebut rela melepaskan hak kepemilikan atas berbagai benda warisan peradaban
kepada publik. Orang berkarakter demikian disebut Filantropis, dan jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan
kolektor.
Seorang kolektor pada dasarnya adalah
seorang yang memiliki sifat egois.
Para kolektor setiap saat dapat menikmati karya masterpice dari masa lalu dan
masa kini. Sementara sebagian besar orang tidak mendapat kesempatan untuk
menikmatinya.
Beberapa Parameter Untuk Menilai Warisan Budaya
Benda benda warisan budaya yang dimaksud di dalam tulisan ini adalah yang bersifat tangible. Unyuk memberi penilaian terhadap benda warisan budaya digunakan beberapa parameter, yaitu :
1. Keaslian
Benda asli dihargai lebih tinggi dari
barang palsu atau duplikat. Hal ini disebabkan karena benda asli dibuat oleh
orang di masa lalu, orang yang menyerupai kita, punya akal, emosi, tetapi
dipisahkan waktu ratusan atau ribuan tahun dengan kita. Pada benda tersebut
terdapat jejak goresan, guratan, alur, pahatan yang dibentuk oleh sepasang
tangan, yang digerakkan oleh pikiran dan emosi dari seseorang yang pernah jadi
salah satu penghuni bumi. Orang tersebut hidup di dalam suasana yang tidak sama
dengan suasana masa kini. Kita dapat melihat, meraba dan merasakan kehadiran
pembuat dan pemilik benda itu. Jarak ruang dan waktu yang demikian jauh antara
kita dengan dia didekatkan oleh
sebuah benda yang memiliki parameter keaslian.
Sebagai ilustrasi, setelah melihat
koleksi dokumen dactiloscopi di
Museum Perkebunan Indonesia di Medan, penulis dengan keyakinan tinggi dapat
berkata : museum tersebut dihuni oleh
ratusan ribu orang selama 24 jam penuh setiap hari. Dactiloscopi adalah
sistem identifikasi seseorang berdasarkan ciri fisik permanen ( sidik jari ).
Data fisik semua buruh perkebunan sejak lebih seabad lalu, sudah disimpan dalam
sistem data base perusahaan perkebunan. Sistem ini diberlakukan
untuk mencegah perpindahan buruh dari satu perusahaan ke perusahasn lain secara
illegal. Pada tiap lembar dokumen dactiloscopi terekam pola garis tertentu di
permukaan jari tangan beserta kelenjar keringat seseorang. Kelenjar keringat
tiap orang secara genetik dapat dibedakan antara seseorang dengan orang lain.
Adakah bukti fisik yang lebih kuat dari
materi genetik untuk menandakan dan merepresentasikan kehadiran seseorang
di suatu dimensi ruang - waktu?. Kehadiran ratusan ribu lembar dokumen
dactiloscopi yang mengandung sidik jari dan kelenjar keringat di Museum
Perkebunan adalah bukti fisik otentik
yang menunjukkan kehadiran kumpulan orang di tempat itu. Oleh karena itu
kita memberi posisi tinggi pada aspek keaslian sebuah karya.
2. Keutuhan
Aspek keutuhan menjadi penting bagi
sebuah benda dari masa lalu. Sebagian besar benda dari masa lalu yang sampai ke
tangan kita, berupa pecahan / fragmen. Pecahan itu sebenarnya hanya sebagian
sangat kecil dari benda serupa yang pernah berfungsi di dalam kehidupan manusia
di masa lalu. Sebagai ilustrasi, sebuah keluarga yang terdiri dari 5 orang
anggota, paling sedikit menggunakan 20 unit satu jenis barang berupa piring
makan dalam kehidupan sehari hari. Keluarga itu masih menyimpan jumlah yang
lebih banyak piring yang jarang digunakan. Dapat dibayangkan berapa banyak
barang sejenis yang terdapat di dalam suatu desa atau kota. Sementara dari
jumlah itu yang sampai kepada kita hanya beberapa keping pecahan yang ditemukan
dari kotak galian hasil ekskavasi arkeologi atau tempat penimbunan sampah.
Fragmen benda hanya dapat memberi informasi tentang komposisi bahan pembentukannya, berupa bahan baku dan bahan
campuran, serta teknologi pembuatannya.
Jika kita dapat menemukan sebuah benda
dalam keadaan utuh, sama dengan mendapatkan batu permata. Benda utuh dapat
mengungkapkan dengan terang benderang aspek bentuk. Dengan terkuaknya aspek bentuk akan membuka jalan untuk
mengetahui aspek fungsi. Dengan
mengetahui fungsi suatu benda, terbuka kemungkinan informasi tentang cara hidup, kebiasaan dan ritme kehidupan
sehari hari manusia di masa lampau.
3. Kelangkaan
Aspek kelangkaan menduduki posisi berikutnya
dalam parameter penilaian. Kelangkaan bermakna pada jumlah unit benda yang
sedikit di dalam suatu periode / jaman. Di dalam suatu bentang
ruang tertentu dan jaman tertentu, jumlah berbagai jenis benda tidak sama. Ada
yang berjumlah banyak dan ada pula yang sedikit. Jumlah banyak menjadi
indikator bahwa suatu benda populer, disenangi / digemari oleh banyak orang.
Jumlah banyak juga dapat diartikan bahwa bahan baku benda tersebut tersedia
dalam jumlah besar, teknologi yang digunakan tidak rumit, waktu pembuatan
tergolong singkat. Kondisi tersebut membuat penyebarannya menjangkau wilayah
luas.
Di samping itu ada pula benda benda yang
diproduksi dalam jumlah terbatas, karena keterbatasan ketersediaan bahan baku
dan bahan campuran pembentukannya. Biasanya teknologi pembuatannya lebih
canggih, dan proses finishingnya lebih rumit. Waktu yang dibutuhkan untuk
menghasilkan barang langka juga lebih panjang. Oleh karena jumlahnya terbatas,
tidak semua orang dapat memilikinya. Hanya orang yang memiliki jumlah kekayaan
yang banyak atau menduduki posisi /status sosial tinggi yang memiliki benda
langka. Dengan mengetahui aspek kelangkaan, terbuka kemungkinan informasi
tentang struktur sosial masyarakat. Di samping itu aspek kelangkaan
memberikan konfirmasi atas kebenaran
salah satu dalil penting di alam semesta. Dalil itu mengatakan : Perubahan adalah tema dasar pertama di alam
semesta, merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihilangkan, ditiadakan atau
dihempang, karena kekuatannya tidak kasat mata, tersimpan di dalam gen, gaya
endogen dan eksogen yang bekerja di perut bumi. Perubahan pasti menimbulkan
variasi, dan semakin lama, jumlah variasi makin besar.
Kelangkaan menunjukkan adanya variasi
jenis yang berbeda dari dari benda yang jumlahnya mayoritas. Oleh karena itu
aspek kelangkaan jadi penting di dalam parameter penilaian.
4. Estetika
Setiap benda buatan manusia memiliki
kadar estetika yang tidak sama. Sebuah benda karya manusia yang memiliki nilai
estetika, dinilai tinggi. Penilaian itu didasarkan pada pemikiran sebagai
berikut. Suatu benda karya seni pasti memiliki ide yang mendasari dan
melatarbelakangi pembuatannya. Seorang seniman ibarat pemancar radio yang
menyampaikan pesan kepada audiens melalui karya seni. Gagasan dan pesan
dari para seniman terekam di dalam karyanya dan sampai hari ini masih dapat
disaksikan. Seniman adalah kelompok manusia yang punya visi jauh ke
depan, melampaui jamannya. Tidak semua orang dapat menangkap pesan seniman
tentang sinyal sinyal perubahan jaman. Hanya orang yang terlatih berpikir
sistematis dan kepekaan perasaan yang dapat menangkap pesan pesan dari seniman.
Para orang terpelajar memiliki kewajiban
untuk menerjemahkan ide / gagasan dan pesan seniman kepada publik, agar semua
orang mengetahuinya.
Di samping itu seniman memiliki
keterampilan teknis / skill tinggi yang memiliki ciri khas, berbeda antara
satu seniman dengan seniman lain. Perbedaan tersebut terlihat dari goresan,
pahatan, sapuan kuas pada kanvas. Perbedaan itu disebabkan karena tiap
orang memiliki kekuatan tekanan tangan berbeda beda pada alat alat yang
digunakan. Setiap tangan seniman memiliki sidik
karakter yang tidak mungkin sama dengan seniman lain. Audiens masa
kini dapat menikmati karya para maestro seniman patung dan lukis dari masa
lalu. Para seniman besar yang meninggalkan maha karya antara lain para
pematung / pemahat Phidias,
Donatello, Michael Angelo dan pelukis Leonardo
Da Vinci, Rembrant, Vermer, Vincent van Gogh, Pablo Picasso, Salvador Dali,
Basuki Abdullah dan Afandi. Berdasarkan uraian di atas, maka estetika harus
menjadi parameter dalam menilai suatu benda warisan peradaban.
Arti dan Makna Penting Warisan Sodjai
Kartasasmita
Soedjai Kartasasmita adalah sosok
penting di dalam dunia perkebunan Indonesia. Beliau adalah tokoh yang berkiprah
di lima jaman berbeda, mulai dari jaman Kolonial Belanda, Jepang, Era Sukarno,
Era Suharto dan Era Reformasi. Perkebunan adalah produk peradaban manusia yang
berperan penting selama ribuan tahun, yang berandil besar dalam membentuk wajah
peradaban manusia. Salah satu wilayah yang sangat dipengaruhi oleh perkebunan
adalah Pesisir Timur Sumatera bagian Utara. Kota Medan sebagai sentrum di
wilayah itu dibangun karena kehadiran perkebunan. Perkebunan telah berperan
dalam pembentukan struktur ruang kota termasuk memberi warna pada komposisi
etnik yang mendiami kota tersebut. Perkebunan berperan penting dalam membentuk
kota Medan sebagai kota yang berkarakter kosmopolitan,
sejak awal pembentukannya.
Semua warga kota Medan, berhak mengetahui riwayat pembentukan
kota yang menjadi tempatnya bermukim. Soedjai Kartasasmita, dengan seluruh
potensi pengetahuan, pengalaman, jaringan yang dimilikinya dengan tulus ikhlas
mendarma baktikan dedikasinya untuk masyarakat kota Medan. Beliau menggagas, mewujudkan prasarana dan sarana
bagi semua orang yang ingin mengetahui riwayat pembentukan kota Medan dan
sumbangan perkebunan terhadap peradaban. Bentuk prasarana dan sarana yang
beliau berikan kepada peradaban manusia adalah Museum Perkebunan Indonesia I dan II beserta semua koleksi dan
informasi yang dikandung oleh koleksinya. Soedjai Kartasasmita jelas bukan tipe manusia egois yang berhasrat
menguasai dan menikmati semua koleksi warisan peradaban untuk dirinya sendiri
dan kalangan terdekatnya. Beliau mendedikasikan semua harta warisan peradaban
yang tidak ternilai harganya kepada seluruh manusia, agar dapat dinikmati dan
memetik pelajaran penting daripadanya.
Dengan belajar dari warisan peradaban
diharapkan pengetahuan orang akan bertambah dan membuat orang lebih arief dalam
menjalani kehidupannya. Generasi masa kini dan masa depan wajib memelihara dan merawat Museum Perkebunan Indonesia sebagai
salah satu icon kota Medan. Itulah arti dan makna penting warisan terbesar dari
seorang anak manusia bernama SOEDJAI
KARTASASMITA.
Catatan Penulis
Medan, 26 November 2020
Yance

.png)

Comments
Post a Comment