ARTI DAN MAKNA PENTING WARISAN SOEDJAI KARTASASMITA

 



Soedjai Kartasasmita, Sang Filantropis
Sumber: Google

Pengantar

 Setiap mahluk hidup pasti meninggalkan warisan ( jejak / bekas ) keberadaannya di muka bumi. Keberadaan jejak tiap mahluk berbeda beda kenampakannya, ada yang mudah dikenali dan ada pula yang sulit dikenali. Ada yang durasi waktu kenampakannya panjang dan ada pula yang singkat. Hal itu sangat dipengaruhi oleh sifat dan karakter bahan / material pembentukannya, posisi / keletakannya di permukaan bumi. Sebuah benda yang dapat dihubungkan dengan keberadaan seseorang atau peristiwa penting, terbuat dari material yang relatif awet dan mudah ditemukan, karena posisinya mudah diakses oleh siapa saja, sangat berpotensi dijadikan warisan peradaban. Masalahnya tidak semua benda yang memiliki ciri seperti itu dapat dijadikan warisan peradaban. Hal ini disebabkan oleh sifat / karakter pemilik benda warisan. Hanya pemilik atau pemegang hak kepemilikan suatu benda  berjiwa filantropis yang dapat meninggalkan warisan bagi kemanusiaan dan peradaban. 

 

Dasar Filosofi Warisan Peradaban

Bumi adalah tempat kelahiran, setiap manusia, tempat menjalani kehidupan dan tempat kematiannya. Sepanjang durasi masa hidupnya, berada di bumi dan berstatus sebagai warga bumi. Setiap orang berhak untuk mengetahui riwayat bumi beserta segala isinya, riwayat keberadaannya, termasuk riwayat para pendahulunya. Semua informasi itu terekam pada berbagai fenomena penampakan formasi batuan geologis, lanskap bentang alam,   sisa jasad mahluk hidup, termasuk tumbuhan dan hewan, semua benda buatan manusia. Dengan metode dan teknik keilmuan tertentu, informasi itu dapat diungkapkan, sehingga diketahui oleh publik. Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan, menyimpan, merawat dan menikmati berbagai informasi tersebut.

Banyak orang yang memiliki kemampuan tersebut memonopoli kepemilikan dan menikmatinya sendiri atau bersama kalangan terdekatnya. Orang berkarakter demikian disebut Kolektor. Ada pula orang yang memiliki kemampuan serupa tetapi ingin membagikan kesempatan yang dimklikinya kepada publik. Bahkan orang tersebut rela melepaskan hak kepemilikan atas berbagai benda warisan peradaban kepada publik. Orang berkarakter demikian disebut Filantropis, dan jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kolektor.

Seorang kolektor pada dasarnya adalah seorang yang memiliki sifat egois. Para kolektor setiap saat dapat menikmati karya masterpice dari masa lalu dan masa kini. Sementara sebagian besar orang tidak mendapat kesempatan untuk menikmatinya.

 

Beberapa Parameter Untuk Menilai Warisan Budaya

Benda benda warisan budaya yang dimaksud di dalam tulisan ini adalah yang bersifat tangible. Unyuk memberi penilaian terhadap benda warisan budaya digunakan beberapa parameter, yaitu : 

1. Keaslian

Benda asli dihargai lebih tinggi dari barang palsu atau duplikat. Hal ini disebabkan karena benda asli dibuat oleh orang di masa lalu, orang yang menyerupai kita, punya akal, emosi, tetapi dipisahkan waktu ratusan atau ribuan tahun dengan kita. Pada benda tersebut terdapat jejak goresan, guratan, alur, pahatan yang dibentuk oleh sepasang tangan, yang digerakkan oleh pikiran dan emosi dari seseorang yang pernah jadi salah satu penghuni bumi. Orang tersebut hidup di dalam suasana yang tidak sama dengan suasana masa kini. Kita dapat melihat, meraba dan merasakan kehadiran pembuat dan pemilik benda itu. Jarak ruang dan waktu yang demikian jauh antara kita dengan dia didekatkan oleh sebuah benda yang memiliki parameter keaslian.

Sebagai ilustrasi, setelah melihat koleksi dokumen dactiloscopi di Museum Perkebunan Indonesia di Medan, penulis dengan keyakinan tinggi dapat berkata : museum tersebut dihuni oleh ratusan ribu orang selama 24 jam penuh setiap hari. Dactiloscopi adalah sistem identifikasi seseorang berdasarkan ciri fisik permanen ( sidik jari ). Data fisik semua buruh perkebunan sejak lebih seabad lalu, sudah disimpan dalam sistem  data base perusahaan  perkebunan. Sistem ini diberlakukan untuk mencegah perpindahan buruh dari satu perusahaan ke perusahasn lain secara illegal. Pada tiap lembar dokumen dactiloscopi terekam pola garis tertentu di permukaan jari tangan beserta kelenjar keringat seseorang. Kelenjar keringat tiap orang secara genetik dapat dibedakan antara seseorang dengan orang lain.

Adakah bukti fisik yang lebih kuat dari materi genetik untuk menandakan dan merepresentasikan  kehadiran seseorang di suatu dimensi ruang - waktu?. Kehadiran ratusan ribu lembar dokumen dactiloscopi yang mengandung sidik jari dan  kelenjar keringat di Museum Perkebunan adalah bukti fisik otentik yang menunjukkan kehadiran kumpulan orang di tempat itu. Oleh karena itu kita  memberi posisi tinggi pada aspek keaslian sebuah karya.

 

2. Keutuhan

Aspek keutuhan menjadi penting bagi sebuah benda dari masa lalu. Sebagian besar benda dari masa lalu yang sampai ke tangan kita, berupa pecahan / fragmen. Pecahan itu sebenarnya hanya sebagian sangat kecil dari benda serupa yang pernah berfungsi di dalam kehidupan manusia di masa lalu. Sebagai ilustrasi, sebuah keluarga yang terdiri dari 5 orang anggota, paling sedikit menggunakan 20 unit satu jenis barang berupa piring makan dalam kehidupan sehari hari. Keluarga itu masih menyimpan jumlah yang lebih banyak piring yang jarang digunakan. Dapat dibayangkan berapa banyak barang sejenis yang terdapat di dalam suatu desa atau kota. Sementara dari jumlah itu yang sampai kepada kita hanya beberapa keping pecahan yang ditemukan dari kotak galian hasil ekskavasi arkeologi atau tempat penimbunan sampah. Fragmen benda hanya dapat memberi informasi tentang komposisi bahan pembentukannya, berupa bahan baku dan  bahan campuran, serta teknologi pembuatannya.

Jika kita dapat menemukan sebuah benda dalam keadaan utuh, sama dengan mendapatkan batu permata. Benda utuh dapat mengungkapkan dengan terang benderang aspek bentuk. Dengan terkuaknya aspek bentuk akan membuka jalan untuk mengetahui aspek fungsi. Dengan mengetahui fungsi suatu benda, terbuka kemungkinan informasi tentang  cara hidup, kebiasaan dan ritme kehidupan sehari hari manusia di masa lampau. 

 

3. Kelangkaan

Aspek kelangkaan menduduki posisi berikutnya dalam parameter penilaian. Kelangkaan bermakna pada jumlah unit benda yang sedikit di dalam suatu periode / jaman.    Di dalam suatu bentang ruang tertentu dan jaman tertentu, jumlah berbagai jenis benda tidak sama. Ada yang berjumlah banyak dan ada pula yang sedikit. Jumlah banyak menjadi indikator bahwa suatu benda populer, disenangi / digemari oleh banyak orang. Jumlah banyak juga dapat diartikan bahwa bahan baku benda tersebut tersedia dalam jumlah besar, teknologi yang digunakan tidak rumit, waktu pembuatan tergolong singkat. Kondisi tersebut membuat penyebarannya menjangkau wilayah luas.

Di samping itu ada pula benda benda yang diproduksi dalam jumlah terbatas, karena keterbatasan ketersediaan bahan baku dan bahan campuran pembentukannya. Biasanya teknologi pembuatannya lebih canggih, dan proses finishingnya lebih rumit. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang langka juga lebih panjang. Oleh karena jumlahnya terbatas, tidak semua orang dapat memilikinya. Hanya orang yang memiliki jumlah  kekayaan yang banyak atau menduduki posisi /status sosial tinggi yang memiliki benda langka. Dengan mengetahui aspek kelangkaan, terbuka kemungkinan informasi tentang struktur sosial masyarakat.  Di samping itu aspek  kelangkaan memberikan konfirmasi atas kebenaran salah satu dalil penting di alam semesta.  Dalil itu mengatakan : Perubahan adalah tema dasar pertama di alam semesta, merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihilangkan, ditiadakan atau dihempang, karena kekuatannya tidak kasat mata, tersimpan di dalam gen, gaya endogen dan eksogen yang bekerja di perut bumi. Perubahan pasti menimbulkan variasi, dan semakin lama, jumlah variasi makin besar.

Kelangkaan menunjukkan adanya variasi jenis yang berbeda dari dari benda yang jumlahnya mayoritas. Oleh karena itu aspek kelangkaan jadi penting di dalam parameter penilaian. 

 

4. Estetika

Setiap benda buatan manusia memiliki kadar estetika yang tidak sama. Sebuah benda karya manusia yang memiliki nilai estetika, dinilai tinggi. Penilaian itu didasarkan pada pemikiran sebagai berikut. Suatu benda karya seni pasti memiliki ide yang mendasari dan melatarbelakangi pembuatannya. Seorang seniman ibarat pemancar radio yang menyampaikan pesan kepada audiens melalui karya seni. Gagasan dan pesan  dari para seniman terekam di dalam karyanya dan sampai hari ini masih dapat disaksikan. Seniman  adalah kelompok manusia yang punya visi jauh ke depan, melampaui jamannya. Tidak semua orang dapat menangkap pesan seniman tentang sinyal sinyal perubahan jaman. Hanya orang yang terlatih berpikir sistematis dan kepekaan perasaan yang dapat menangkap pesan pesan dari seniman. Para orang terpelajar memiliki kewajiban untuk menerjemahkan ide / gagasan dan pesan seniman kepada publik, agar semua orang mengetahuinya.

Di samping itu seniman memiliki keterampilan teknis / skill tinggi  yang memiliki ciri khas, berbeda antara satu seniman dengan seniman lain. Perbedaan tersebut terlihat dari goresan, pahatan, sapuan kuas pada kanvas. Perbedaan itu  disebabkan karena tiap orang memiliki kekuatan tekanan tangan berbeda beda pada alat alat yang digunakan. Setiap tangan seniman memiliki sidik karakter yang tidak mungkin sama  dengan seniman lain. Audiens masa kini dapat menikmati karya para maestro seniman patung dan lukis dari masa lalu. Para seniman besar yang meninggalkan maha karya  antara lain para pematung / pemahat  Phidias, Donatello, Michael Angelo dan pelukis Leonardo Da Vinci, Rembrant, Vermer, Vincent van Gogh, Pablo Picasso, Salvador Dali, Basuki Abdullah dan Afandi. Berdasarkan uraian di atas, maka estetika harus menjadi parameter dalam menilai suatu benda warisan peradaban.

 

Arti dan Makna Penting Warisan Sodjai Kartasasmita

Soedjai Kartasasmita adalah sosok penting di dalam dunia perkebunan Indonesia. Beliau adalah tokoh yang berkiprah di lima jaman berbeda, mulai dari jaman Kolonial Belanda, Jepang, Era Sukarno, Era Suharto dan Era Reformasi. Perkebunan adalah produk peradaban manusia yang berperan penting selama ribuan tahun, yang berandil besar dalam membentuk wajah peradaban manusia. Salah satu wilayah yang sangat dipengaruhi oleh perkebunan adalah Pesisir Timur Sumatera bagian Utara. Kota Medan sebagai sentrum di wilayah itu dibangun karena kehadiran perkebunan. Perkebunan telah berperan dalam pembentukan struktur ruang kota termasuk memberi warna pada komposisi etnik yang mendiami kota tersebut. Perkebunan berperan penting dalam membentuk kota Medan sebagai kota yang berkarakter kosmopolitan, sejak awal pembentukannya.

Semua warga kota Medan, berhak mengetahui riwayat pembentukan kota yang menjadi tempatnya bermukim. Soedjai Kartasasmita, dengan seluruh potensi pengetahuan, pengalaman, jaringan yang dimilikinya dengan tulus ikhlas mendarma baktikan dedikasinya untuk masyarakat kota Medan. Beliau menggagas, mewujudkan prasarana dan sarana bagi semua orang yang ingin mengetahui riwayat pembentukan kota Medan dan sumbangan perkebunan terhadap peradaban. Bentuk prasarana dan sarana yang beliau berikan kepada peradaban manusia adalah Museum Perkebunan Indonesia I dan II beserta semua koleksi dan informasi yang dikandung oleh koleksinya. Soedjai Kartasasmita jelas bukan tipe manusia egois yang berhasrat menguasai dan menikmati semua koleksi warisan peradaban untuk dirinya sendiri dan kalangan terdekatnya. Beliau mendedikasikan semua harta warisan peradaban yang tidak ternilai harganya kepada seluruh manusia, agar dapat dinikmati dan memetik pelajaran penting daripadanya.

Dengan belajar dari warisan peradaban diharapkan pengetahuan orang akan bertambah dan membuat orang lebih arief dalam menjalani kehidupannya. Generasi masa kini dan masa depan wajib memelihara dan merawat Museum Perkebunan Indonesia sebagai salah satu icon kota Medan. Itulah arti dan makna penting warisan terbesar dari seorang anak manusia bernama SOEDJAI KARTASASMITA.

 

Catatan Penulis

 Tanggal 25 November 2020 malam, saya menerima pesan via aplikasi WA dari Mbak yu Sri Hartini dan Ananda Icha berisi undangan menghadiri acara peringatan ulang tahun Ayahanda Soedjai Kartasasmita yang jatuh pada hari ini 26 November 2020 melalui aplikasi Zoom. Langsung terbayang wajah seorang tua yang saya hormati dan sayangi layaknya ayah kandung. Dari jauh Ananda mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN KE 94. SEMOGA AYAHANDA TETAP SEHAT DAN BAHAGIA. Ananda hanya dapat mengirimkan tulisan ini sebagai tanda kenangan untuk ayahanda. 


                         Medan, 26 November 2020


                                         Yance

 

Comments

Popular Posts