PEMBERANTASAN / PEMBASMIAN Vs. PENGENDALIAN




Anda Tidak Dapat Memetik Sekuntum Bunga di Bumi Tanpa Mengusik Sebuah Bintang

Ungkapan di atas adalah suatu penggambaran yang ekstrim untuk menjelaskan jalinan hubungan rumit, saling pengaruh mempengaruhi di antara berbagai komponen di dalam ekosistem alam. Pemahaman ini penting dijelaskan kepada publik, agar tidak terjadi gagal paham terhadap berbagai fenomena alam. Sifat hubungan interaksi yang rumit dan abstrak di berbagai komponen alam, memberi peluang terjadinya niat baik dan mulia  berubah menjadi malapetaka.  Ku⁷esalahan dalam memahami jalinan  interaksi di antara berbagai komponen alam di ekosistem terlihat, terlihat dari istilah atau konsep yang digunakan. Kata Pemberantasan atau Pembasmian yang kerap digunakan untuk menggambarkan  posisi suatu spesies ( sebagai musuh ) di mata manusia yang harus dilenyapkan dari perbendaharaan mahluk hidup. Sebenarnya semua mahluk di alam tidak ada yang harus diperlakukan sebagai musuh manusia dan harus dilenyapkan. Semua mahluk menempati relung ( niche ) nya masing masing di alam . Tumbuhan menempati relung autotrof, sebagai produsen primer yang mengubah energi matahari dan air serta mineral di dalam tanah menjadi massa tumbuhan ( daun, batang, akar, bunga dan buah ) melalui proses fotosintesis. Tumbuhan dimakan oleh hewan dan manusia yang menempati relung heterotrof, sebagai konsumen sekunder dan tersier. 

Ketika hewan atau manusia mati, jasadnya dirombak oleh bakteri pengurai yang menempati posisi di relung saptotrof. Jasad yang sudah dirombak, dikembalikan ke alam sebagai mineral dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam menjalankan fungsi sebagai autotrof / produsen primer. Demikianlah gambaran umum dan sederhana siklus daur hidup materi energi di alam semesta yang membentuk rantai makanan. Pembinasaan yang sistimatis terhadap salah satu mahluk, misalnya nyamuk, atau tikus, dalam jangka panjang akan memutus rantai makanan dan berikutnya dapat merugikan kehidupan manusia. Kemudian sangat mungkin muncul mahluk baru yang masih belum dikenal taksonomi berikut sifat sifatnya. Boleh jadi mahluk baru itu lebih berbahaya dan merugikan kepentingan manusia. Kisah tragedi munculnya hama wereng jenis baru yang kebal terhadap pestisida, harusnya jadi pelajaran penting bagi manusia. Pengalaman pahit itu jangan sampai terulang. Menurun nya populasi nyamuk secara drastis akan mempengaruhi hidup hewan yang makanan utamanya nyamuk seperti cicak. Begitu juga dengan penurunan populasi tikus akan mempengaruhi populasi ular  dan kucing. Di dalam kata pemberantasan dan pembasmian terselip secara implisit rasa benci, emosional, marah dari manusia terhadap mahluk tertentu. Sebagai mahluk beradab, seharusnya dalam bertindak lebih mengedepankan akal sehat dari emosi, terlebih lagi emosi yang dibarengi kemarahan  dan kebencian. Sebagai ganti dari konsep pemberantasan dan pembasmian, manusia harus lebih mengutamakan konsep pengendalian. Suatu mahluk yang laju pertumbuhan populasinya tidak terkendali, cenderung jadi hama. Begitu banyaknya populasi suatu  mahluk sehingga kerapatan dan kepadatannya begitu tinggi. Dalam satu area seluas 1 Ha, terdapat ratusan atau ribuan tikus, sehingga mengganggu kenyamanan, kesehatan dan logistik manusia. Pada kondisi seperti itu maka tikus sudah menjadi hama bagi manusia.  Walaupun Begitu, tikus jangan dibasmi, tetapi populasinya dikendalikan, sehingga tidak lagi dianggap sebagai hama. Dasar pikiran inilah yang melahirkan konsep pengendalian hama terpadu. Hama tikus diatasi dengan mendatangkan burung hantu. Kehadiran burung hantu tidak membasmi tikus, hanya mengendalikan jumlah populasinya. Begitulah hukum alam bekerja. Semua sistem alam cenderung mencari bentuk keseimbangan tertentu. Manusia bukan VVIP (  Very Very Important Person ) di alam. Manusia sebagai bagian dari alam juga terkena hukum besi, harus tunduk kepada hukum alam, atau tergilas oleh kekuatan alam. 

Sebagai penutup di sini disampaikan  sebuah anekdot yang sudah populer di kalangan ahli ilmu lingkungan, tetapi ada dasar pikirannya. Dasar pikirannya menggambarkan jalinan rumit saling pengaruh mempengaruhi  berbagai komponen alam Anekdot itu mengatakan Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang berjaya di semua samudera berhutang budi kepada para Perawan Tua. Jalan pikiran pernyataan itu sebagai berikut :  Makanan pokok personil Angkatan Laut Kerajaan Inggris adalah daging sapi terbaik yang dihasilkan dari  padang rumput terbaik di Skotlandia. Rumput di sana bisa tumbuh subur karena diserbuk sari  oleh  sejenis kumbang yang merupakan mahluk endemik di sana. Kumbang itu sangat menggemari daun semanggi merah sebagai makanan nya. Pohon semanggi merah hanya dapat tumbuh subur jika tidak dimakan oleh tikus. Jumlah tikus di sana hanya sedikit, karena populasinya dikendalikan oleh keberadaan kucing yang populasinya cukup besar. Sementara populasi kucing yang banyak karena dipelihara. Biasanya kucing dipelihara oleh para Perawan Tua, sebagai aktivitas untuk mengisi waktu. Jadi Angkatan Laut Inggris berhutang budi kepada para Perawan Tua.


Comments

Popular Posts