PENGERTIAN DAN MAKNA HOAX DALAM JURNALISTIK


Kata hoax berasal dari kata hocus ( dari bahasa latin ) yang artinya tipuan. Hoax adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut adalah palsu. Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan sesuatu sebutan yang berbeda dengan barang/kejadian sejatinya. Suatu pemberitauan palsu berbeda dengan misalnya pertunjukan sulap. Dalam pemberitaan palsu, pendengar/penonton tidak sadar sedang dibohongi, sedangkan pada pertunjukan sulap, penonton justru menyadari dirinya ditipu. Pada umumnya kehadiran informasi hoax tidak dikehendaki   para audience, dia hadir secara mendadak tanpa diundang. Penyebaran pemberitaan hoax berkembang cepat, karena adanya dukungan teknologi informasi. Penggunaan berbagai perangkat komunikasi modern secara massal, seperti smart phone semakin mempercepat penyebaran hoax. Penyebaran hoax diilakukan secara masif, sistematis dan terstruktur. Pola penyebaran hoax dari berbagai kajian literatur dan empirik, pola penyebaran hoax biasanya menggunakan pola dendritic silang ( cross dendritic ), seperti tergambar di bawah ini.


 Suatu informasi yang berisi hoax dapat dikenali berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Sumbernya bersifat anonim, tidak diketahui siapa pembuat. Jika ditelusuri lebih jauh informasi sumber hoax berasal dari situs yang punya reputasi buruk.
2.      Informasi hoax biasanya sangat menonjolkan aspek tertentu, tetapi mengaburkan, menggelapkan dan menyembunyikan aspek yang lain.
3.      Informasi hoax biasanya mengandung himbauan kepada penerima, agar mau menyebar luaskan informasi tersebut kepada orang yang dikenalnya atau komunitasnya. Himbauan tersebut ada kalanya mengandung, intimidasi secara halus atau iming-iming kepada audience, agar mau segera menyebarkan.
4.      Informasi hoax biasanya lebih menonjolkan opini daripada fakta.
5.      Informasi hoax biasanya dimulai dengan kata – kata : dicopas dari kamar sebelah. Sebenarnya kata-kata ini dimaksudkan sebagai cara mengelak dari tanggung jawab jika informasi yang disebarkannya ternyata hoax.

Ada 4 cara yang digunakan dalam penelusuran suatu informasi yaitu :
1.      Undirected viewing
Pada undirected viewing, seseorang mencari informasi tanpa tahu informasi tertentu dalam pikirannya. Tujuan keseluruhan adalah untuk mencari informasi secara luas dan sebanyak mungkin dari beragam sumber informasi secara luas dan sebanyak mungkin dari beragam informasi yang digunakan, dan informasi yang didapatkan disaring sesuai dengan keinginanya.
2.      Conditioned viewing
Pada conditioned viewing, seseorang sudah mengetahui akan apa saja yang dicari, sudah mengetahui topik informasi yang jelas, pencarian inforamsinya sudah mulai terarah.
3.      Informal search
Mode informal search, seseorang telah mempunyai pemngetahuan tentang  topik yang sedang dicari. Sehingga pencarian informasi melalui internet hanya untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang topik tersebut. Dalam tipe ini pencari informasi sudah mengetahui batas-batasan sejauh mana seseorang akan melakukan penelusuran. Namun dalam penelusuran ini, seseorang membatasi usaha dan waktu yang ia gunakan karena penelusuran yang ia lakukan pada dasarnya, hanya bertujuan untuk menentukan adanya tindakan atau respon terhadap kebutuhannya.
4.      Formal search
Pada formal search, seseorang mempersiapkan waktu dan usaha untuk menelusuri informasi atau topik tertentu secara khusus sesuai dengan kebutuhannya. Penelusuran ini bersifat formal karena dilakukan dengan menggunakan metode-metode tertentu. Tujuan penelusuran adalah untuk memperoleh informasi secara detail, guna memperoleh solusi atau keputusan dari sebuah permasalahan yang dihadapi ( Choo, Detlor, & Turnbull, 1999).


Faktor-faktor yang mendorong percepatan penyebaran hoax :
1.      Adanya persamaan pandangan, ideologi, platform, antara pembuat dan penyebar hoax. Jika penerima informasi hoax memiliki kesamaan cara pandang, ideologi atau tujuan, maka penerima akan secara sukarela menyebarkan informasi hoax.
2.      Rendahnya kemapuan budaya literasi masyarakat. Kemapuan budaya literasi diartikan tidak hanya sebagai kemampuan mengakses informasi atau mengoperasikan perangkat gadget, tetapi juga diartikan sebagai kemampuan menelusuri sumber informasi.
3.      Rendahnya etika individu dan mayarakat dalam berkomunikasi, memproduksi dan menyebarkan informasi.
4.      Rendahnya daya kritis individu dan masyarakat dalam menerima, menyaring, dan mencerna suatu informasi. Hal ini disebabkan karena tingginya frekuensi lalu lintas informasi yang diterima, sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengkritik dan mencerna informasi tersebut.
5.      Sifat ego individu dalam upaya mengaktualisasikan eksistensi dirinya. Setiap individu berlomba-lomba adu cepat ingin menjadi yang paling awal mengetahui atau menyebarkan suatu informasi.
6.      Lemahnya regulasi yang mengatur tata laksana penciptaan dan penyebaran informasi, dan lemahnya peran pemerintah sebagi regulator dan proctor dalam bidang komunikasi dan informasi. Perangkat hukum dan kelembagaan selalu tertinggal dan tercecer di belakang perkembangan teknologi.

Contoh Hoax di bidang kesehatan
1.      Topik : Melihat payudara wanita baik untuk kesehatan pria
Hoax : Penelitian dari New England Journal of Medicine, bahwa melihat payudara wanita selama sepuluh menit sehari dapat membuat pria lebih sehat dan umru panjang.
Fakta : New England Journal of Medicine, tidak pernah merilis penelitian seperti itu. Tidak ada satupun penelitian ilmiah yang mendukung pernyataan tersebut.
2.      Topik : Granola baik untuk kesehatan
Hoax : Granola dianggap sebagai makanan sehat karena mengandung lemak jenuh yang bermanfaat bagi tubuh.
Fakta : Granola adalah makanan tidak sehat karena banyak mengandung gula, mentega, dan tinggi kalori. ( sumber : The 8 biggest “ healthy” food hoaxes of all time, The Hufington Post, 2015 ).
3.      Topik : produk olahan susu bebas lemak dan gula lebih sehat
Hoax : Produk olahan susu ( susu, keju, yogurt, dll ) bebas lemak, dan gula lebih sehat ketimbang produk olahan susu biasa. Khususnya untuk jantung.
Fakta : sebenarya produk bebas lemak/rendah lemak itu dibuat dengan proses kimia. Apakah produk susu itu bebas lemak atau tidak, tidak begitu mempengaruhi kesehatan jantung. ( sumber : The8 Biggest “Healthy” Food Hoaxes of All Time, The Hufington Post, 2015 )
4.      Topik : Jus bikin sehat.
Hoax : Sering minum jus bermanfaat bagi kesehatan.
Fakta : Jus banyak mengandung gula tambahan dalam proses pembuatannya. Buah lebih bermanfaat dimakan saat dia berbentuk buah, ketimbang di jus. (sumber : sumber : The8 Biggest “Healthy” Food Hoaxes of All Time, The Hufington Post, 2015 )
5.      Topik : Makan cokelat dan mie instan dapat menimbulkan efek keracunan.
Hoax : Makan cokelat dan mie instan dapat membuat tubuh keracunan sehingga seluruh panca indera mengeluarkan darah. Disebabkan oleh kandungan arsenic pentoxide pada mie instan yang berubah menjadi arsenic trioxide saat disatukan dengan cokelat.
Fakta : Penelitian laboratorium menunjukkan produk mie instan yang terdaftar dan dipasarkan di Inodenesia memenuhi standar keamanan untuk di konsumsi. (Sumber : kemenkes RI ).
6.      Topik : Minum air dingin dapat memicu kanker
Hoax : Minum air dingin dapat memadatkan minyak pada makanan sehingga minyak itu akan melapisi usus sehingga timbul kanker.
Fakta : Dilansir dari BBC Science and Nature, suhu alami tubuh manusia akan membuat semua makanan yang masuk kelambung memiliki temperatur yang sama. Meskipun seseorang minum es. Diginnya es tidak akan bertahan lama di lambung. ( Sumber: Kemenkes RI )
7.      Topik : Vaksin HPV sebabkan menopause dini.
Hoax : Perempuan yang menerima vaksin kanker serviks alias vaksin human papilomavirus ( HPV ) dapat mengalami menopause dini.
Fakta : Belum ada bukti di seluruh dunia bahwa vaksin HPV dapat menyebabkan menopause dini. Puluhan negara sudah menggunakannya dan tidak ada kasus menopause yang dilaporkan. ( Sumber : Kemenkes RI )
8.      Topik : Makan sayap dan ceker ayam dapat memicu timbulnya kanker
Hoax : sayap dan ceker ayam adalah bagian paling banyak menerima suntik hormon. Sehingga di situ banyak tertimbun turunan second hormonal yang memicu kanker.
Fakta : Hal tersebut hanya asumsi semata, sebab belum ada penelitian ilmiah yang membutikan dugaan tersebut. (Sumber : Kemenkes RI )
9.      Topik : Air lemon, sari jahe, sari bawang putih, cuka apel, madu dapat melebarkan pembuluh darah.
Hoax : Perpaduan semua bahan diatas di didihkan selama 30 menit. Diminum satu sendok makan setiap hari dapat melebarkan pembuluh darah yang tersumbat. Sehingga tidak perlu operesi bypass.
Fakta : Bahan-bahan tersebut justru bisa buat perut bermasalah. Kondisi penyempitan pembuluh darah yang parah, harus ditangani dengan pertolongan medis. Karena jika dibiarkan dapat menyebakan serangan jantung. ( Sumber: dr. Tan Shot Yen)
10.  Topik : Singkong anti kanker
Hoax : Singkong mengandung linamarin yang ampuh untuk menyembuhkan penyakit kanker.
Fakta : Linamarin dan vitamin B 17 itu memang benar ada, namun perlu diekstraksi dengan alkohol untuk mendapatkannya. Dan kandungan itu tidak benar dapat menyembuhkan penyakit kanker. ( Sumber: dr. Tan Shot Yen )
11.  Topik : Jengkol adalah anti kanker
Hoax : Makanan jengkol bisa menyembuhkan kanker.
Fakta : Benar kalau kandungan jengkol dapat memberi efek terhadap anti kanker. Tapi bukan pada jengkolnya, namun ekstrak jengkol yang sudah diekstraksi di laboratorium. Kebanyakan makanan jengkol justru bikin kebanyakan asam jengkolat yang memicu gagal ginjal. ( Sumber : dr. Tan Shot Yen )
12.  Topik : Kolang kaling adalah obat anti rematik.
Hoax : Kolang kaling mengandung galaktomanan yang mampu meredakan sakit rematik.
Fakta : Galaktomanan itu adalah penstabil dari makanan, bukan pereda nyeri. Ditambah lagi belum ada data yang sah tentang komposisi kolang-kaling yang sebenarnya. ( Sumber : dr. Tan Shot Yen )
13.  Topik : Makan udang dan vitamin C bersamaan dapat menyebabkan kematian.
Hoax : Kandungan vitamin C dan arsen organik pada udang bisa menghilangkan nyawa seseorang.
Fakta : Benar kalau udang mengandung arsen, namun bukan arsen organik yang mematikan, tapi arsen anorganik. Kalaupun ada, hanya sekitar 4 % saja. Udang yang terkontaminasi arsen anorganik, memang bisa mematikan bagi manusia, tapi kalau dimakan 105 kg udang sekaligus. ( Sumber : dr. Tan Shot Yen )
14.  Topik : Minum energi dapat menambah stamina dan percaya diri
Hoax : Minum-minuman energi dapat membuat stamina bertambah dan meningkatkan percaya diri.
Fakat : Benar Faktanya kalau jantung berdebar lebih kencang setelah minum minuman energi. Hal itu disebakan oleh kandungan kafein dalam minuman tersebut. Namun mengonsumsi minuman energi dapat memicu  kegemukan karena mengandung gula. Kadungan kafeinya juga menambah debaran jantung dan resiko ganguan saraf. ( Sumber : dr. Tan Shot Yen )
15.  Topik : Kandungan timbel pda lipstik dapat memicu kanker
Hoax : Lipstik merek-merek terkenal justru mengandung kandungan timbel (lead) untuk membuat lipstik tahan lama dan tahan air. Kandungan itu bisa memicu kanker yang berbahaya.
Fakta : Situs kesehatan terpercaya Web MD menyatakan informasi tersebut adalah hoax. Paparan timbel memang berbahaya namun kandungannya dalam lipstik sangatlah rendah dan tidak ada hubunganya dengan kanker.

Cara mengendalikan dan mengatasi penyebaran Hoax
Mengingat upaya dan pola penyebaran hoax yang dialakukan secara masif, sistematis dan terstrukutur maka cara yang sama harus digunakan untuk menangkal dan mengendalikan penyebdaran hoax. Ada dua tingkatan cara untuk mengendalikan dan mengatasi penyebaran hoax, yaitu :
1.      Pada level individu upaya yang harus dilakukan adalah meningkatkan daya kritis dan budaya literasi tiap individu. Cara paling efektif untuk menghentikan penyebaran hoax adalah dengan memotong rantai penyebarannya. Bentuk konkrit tindakan ini adalah dengan tidak meneruskan informasi ini kepada siapapun.
2.      Pada tingkat masyarakat dan kelembagaan, harus dilakukan upaya maksimal dalam membuat program kampanye melawan hoax dalam hal ini peran institusi pendidikan, institusi pers dan pemerintah ( Kementerian komunikasi dan informasi serta kementerian kesehatan ), dapat bersinergi.
Maraknya hoax informasi kesehatan yang menyesatkan masyarakat menjadi keprihatinan tersendiri bagi Fakultas Kedokteran UGM. Sudah tidak terhitung kerugian yang diderita masyarakat akibat informasi bohong (hoax) terkait pengobatan. Seperti halnya hoax dalam penyakit kanker. Kebanyakan pasisen datang berobat kerumah sakit pada saat sudah stadium lanjut, karena sebelumnya, mereka melakukan pengobatan alternatif yang secara klinis belum bisa dipertangung jawabkan. Berangkat dari kegelisahan inilah Fakultas Kedokteran UGM, sebagi institusi pendidikan, merasa bertangung jawab untuk menegakkan tangung jawab kebenaran informasi seputar kesehatan masyarakat.
Semakin tinginya kebutuhan informasi kesehatan yang akurat dan dapat dipercaya merupakan hal yang perlu direspon secara cepat oleh dunia kesehatan. Televisi dinilai sebagai sarana yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan masyarakat karena kemapuannya menjangkau sasaran yang leih luas dalam waktu yang bersamaan. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, penyedia informasi dapat memanfaatkan tekonologi televisi satelit maupun televisi satelit maupun televisi internet untuk menyampaikan informasi kesehatan yang terdesain dengan baik dan sesuai kebutuhan pemirsa. Minat masyarakat yang tinggi akan televisi satelit maupun televisi internet, menajadi kesmpatan yang menjanjikan bagi dunia kesehatan untuk mengembaangkan chanel televisi kesehatan.
Pada tahun 2017, Fakultas kedokteran UGM berhasil mengembangkan subuah chanel televisi yang fokus pada penyampain informasi kesehtan di masyarakat bernama “Ina Health TV”, pengembangan Ina Health TV telah dilakukan sejak bulan april 2107 melalui serangkaian meeting dan workshop yang melibatkan banyak narasumber diantaranya dari ilmu kedokteran dan pertelevisian. Bahkan ada juga dari ilmu bisnis dan dari industri televisi sendiri. Sejak dimulainya prose produksi film pada bulan oktober 2017, Ina Health TV telah menghasilkan berbagai mata acara yang melibatkan nara sumber yang ahli di bidangnya. Selama proses pembuatannya, konten yang dihasilkan oleh InaHealth TV divalidasi oleh narasumber di Fakultas Kedokteran UGM untuk menghasilkan informasi yang mudah dipahami, terpercaya dan bisa dipertangungjawabkan oleh masyarakat.
Bertepatan dengan hari kesehatan nasional pada tanggal 12 November 2017, Ina Health TV mulai mengudara untuk menyajikan informasi kesehatan yang terjangkau dan terpercaya. Penyiaran Ina Health TV akan dilakukan dengan melalui 2 cara, yaitu melalui TV berlangganan serta TV streaming system melalui channel youtube maupun facebook live.
Ina Health bisa menjadi ujung tombak institusi pendidikan yang realistis yang mengubah menara air menjadi oase informasi kesehatan yang terpercaya dan bermanfaat bagi masyarakat luas, ungkap dekan Fakultas Kedokteran UGM, Prof.dr. Ova Emelia, M.Med.Ed., SpOG, Senin (13/11) di gedung auditorium saat launching program Ina Health TV.
Sebagai wacana kedepan, program Ina Health TV juga akan bisa diakses melalui TV digital, sehingga masyarakat semakin tidak terbatas untuk bisa mengakses program acara melalui Ina Health TV tersebut. Salah satu contoh program yang akan mengudara melalui Ina Health TV adalah program “Mitos vs Fakta” yang menyajikan ionformasi penting terkait mitos kesehatan yang sudah lama diayakini masyarakat sebagai kebenaran. Melalui program ini, masyarakat akan mampu mengklarifikasi mana yang dianggap sebagai mitos ataupun fakta dari sudut pandang kesehatan. Harapannya , dengan hadirnya Ina Health TV bisa membantu masyarakat untuk menjadi lebih “melek” terhadap informasi kesehatan yang terpercaya dan bisa diterima secara merata untuk berbagai kalangan masyarakat.




.






Comments

Popular Posts