EVOLUSI BENTUK, KONTUR DAN PROFIL WAJAH HOMO SAPIEN
Bentuk, kontur dan profil wajah homo sapien (
manusia modern ) yang disaksikan hari ini, tidak muncul mendadak seperti
sangkaan banyak orang. Untuk memahami berbagai aspek mengenai wajah
manusia, perlu mempelajari evolusi manusia, khususnya, pada bentuk cranium ( tengkorak ) dan
ukurannya ( craniometri ).
Sebelum muncul homo sapien, bumi dihuni oleh genus hominid, dan ordo primata.
Beberapa jenis primata masih ada sampai sekarang seperti babon, bonobo,
simpanse. Sementara dari genus hominid, hanya spesies homo sapien yang masih
bertahan.
Bentuk, Kontur dan
Profil Wajah Primata dan Hominid
Semua ordo primata yang masih ada dan
berdasarkan penelitian fosil tengkorak semua hominid yang telah ditemukan
diketahui bahwa bentuk, kontur dan profil wajahnya relatif sama. Jika
di dalam suatu populasi simpanse berjumlah 10 individu, dengan usia
sama dan ukuran postur tubuh sama, tidak dapat dibedakan wajahnya satu sama
lain. Pada kelompok primata, wajah tidak
dapat dijadikan faktor pembeda identitas. Hal ini tidak berarti bahwa tidak
ada perbedaan sama sekali pada profil wajah primata. Sesama anggota kelompok
dalam satu populasi, sudah tentu dapat mengenali wajah individu lain. Peneliti
primata yang hidup selama bertahun tahun bersama populasi primata
yang jadi objek kajiannya sudah tentu dapat mengenali perbedaan
kecil pada aspek bentuk, kontur dan profil wajah primata.
Bentuk, Kontur dan
Profil Wajah Homo Sapien.
Penelitian pada temuan fosil manusia
jenis homo Sapien ( manusia
Qafzeh) di Israel yang hidup pada 100.000 tahun yang lalu dan semua manusia
modern menunjukkan adanya perbedaan bentuk, kontur dan profil wajah secara
signifikan antara satu individu dengan individu lainnya. Pada spesies homo
sapien wajah dapat dijadikan
faktor pembeda identitas. Wajah adalah faktor utama yang paling
efektif untuk mengenali identitas pada tahap paling dini, sebelum
melangkah lebih jauh ke tahap berikutnya berupa pengenalan ciri atribut yang
lain seperti, sidik jari, DNA (
Deoxiribo Nucleid Accid ).
Keistimewaan homo sapien dalam hal wajah dibandingkan dengan
primata atau hominid adalah :
1. Tiap individu memiliki bentuk, kontur
dan profil wajah ysng tidak sama. Hal ini membuat semua anggota populasi dengan
cepat dapat saling mengenali wajah satu sama lain.
2. Perbedaan bentuk, kontur dan profil membuat
ketebalan jaringan lunak pada wajah tidak sama satu sama lain. Perbedaan ini
mendorong munculnya kemampuan lain seperti menggerakkan alis, pipi, variasi
gerakan mulut / bibir lebih banyak, merubah mimik wajah, ekspresi wajah,
mengeluarkan suara vokal yang lebih bervariasi yang pada tahap berikutnya
mendorong kemampuan bertutur. Kemampuan kemampuan homo sapien yang berkembang akibat
adanya perbedaan bentuk, kontur dan profil wajah, telah mendorong lahirnya
beragam profesi yang hanya dapat dilakoni oleh spesies itu. Profesi
profesi yang dimaksud antara lain :
a.
Profesi yang
mengandalkan kemampuan bertutur, seperti guru, aktor, penceramah, orator dan
sebagainya.
b.
Profesi yang
mengandalkan kemampuan olah vokal seperti penyanyi
c.
Profesi yang
mengandalkan kemampuan merubah mimik wajah, dikombinasi dengan olah gestur /
bahasa tubuh seperti pantomim, pelawak.
d.
Profesi yang
berhubungan dengan aspek hukum, seperti pembaca mimik wajah
/ekspresi wajah, bahasa tubuh terdakwa ketika menjalani proses cross
examination ( pemeriksaan silang ), oleh advokat atau jaksa di persidangan, dan
masih banyak lagi profesi yang tidak dapat disebut satu persatu di sini.
Perkembangan Mutakhir
Bidang Psikologi dan Teknologi Informasi Dalam Kajian Wajah
Salah satu studi tentang aspek wajah manusia
yang dikembangkan oleh bidang psikologi dan teknologi informasi adalah studi
ekspresi dan mikro ekspresi. Sekarang telah dikembangkan suatu metode di bidang
teknologi informasi yang disebut FACS (
Face Action Coding System ) atau Sistem Pengkodean Pergerakan Otot
Wajah. Metode ini kemudian diadopsi oleh pakar psikologi bernama Paul Ekman yang menggunakan FACS untuk
mengenali emosi / ekspresi. Menurut Paul Ekman ada 6 ekspresi universal manusia
yaitu senang, sedih, marah, takut, terkejut, jijik. FACS terdiri dari Action
Unit yang mewakili pergerakan otot wajah bagian tertentu. Suatu ekspresi
biasanya terdiri dari dua atau lebih action unit. Misalnya pada ekspresi marah,
terlihat ujung alis naik dan bibir bawah turun. Ekspresi senang terlihat pada
naiknya otot di ke dua pipi dan ke dua ujung bibir tertarik ke samping dan
terbuka.
Mikro ekspresi memfokuskan kajian wajah pada
aspek aspek yang luput dari kajian ekspresi. Pada beberapa eksperimen ditemukan
ada fenomena perubahan ekspresi wajah yang tidak tertangkap dengan
pengamatan biasa, karena durasinya sangat singkat, 1/2 - 1/25 detik.
Momen itu hanya dapat ditangkap oleh sensor beresolusi tinggi. Temuan
lain adalah, ekspresi yang ditunjukkan terlihat tidak menyeluruh. Contohnya ada
beberapa individu mampu menutupi sebagian ekspresi, sehingga tidak
terlihat benar benar sedih atau senang. Hal ini biasanya dapat dilakukan
oleh para aktor profesional. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, dikembangkan
model mikro ekspresi dengan tingkat akurasi dan presisi yang lebih
tinggi.
Penutup
Persoalan wajah manusia ternyata tidak sesederhana seperti
dugaan banyak orang. Wajah dan berbagai aspek yang terkait ternyata
memiliki akar kuat yang terkait erat dengan proses evolusi manusia. Wajah
manusia adalah salah satu komponen penting yang dapat mengungkapkan berbagai
sisi aspek aspek kehidupan manusia. Upaya pengungkapan tersebut
telah memicu perkembangan ilmu pengetahuan, mengeksplorasi wilayah wilayah yang
sebelumnya tidak tersentuh atau tidak terpikirkan. Berbagai kajian tentang
wajah manusia juga telah melahirkan atau mengembangkan berbagai profesi yang
semakin lama dirasakan semakin penting untuk mengembangkan peradaban manusia.
Uraian di atas diharapkan dapat mendudukkan
persoalan wajah manusia pada proporsi yang tepat, agar wajah manusia tidak
hanya dipandang sebagai pemicu / pembangkit hasrat seksualitas bagi lawan
jenisnya.
Masih banyak aspek dari wajah manusia
yang bermanfaat untuk memperkaya dan memperhalus peradaban manusia, sehingga wajah manusia tidak perlu ditutupi secara
ekstrim, hanya menyisakan bola mata saja, tetapi juga tidak perlu
dieksploitasi secara berlebihan, terutama untuk sekadar pemuas nafsu libido.
Tempatkan segala
sesuatu pada tempatnya secara proporsional. Segala hal yang sifatnya
berlebihan, cepat atau lambat, pasti menimbulkan ekses berkepanjangan, yang
tidak dapat dihilangkan dalam waktu singkat
.png)

Comments
Post a Comment