MANUSIA MODERN MENGUCAPKAN " SELAMAT TINGGAL " PADA GIGI GERAHAM KE TIGA
Sejak kemunculannya pertama kali pada 200. 000 tahun lalu, jumlah gigi manusia modern 32 buah. Jumlah ini sama dengan yang dimiliki oleh semua mahluk yang tergolong genus homo, dan ordo primat. Genus homo muncul di bumi sejak 4 juta tahun lalu. Bentuk dan jenis gigi homo dan ordo primat terdiri dari 3 jenis yaitu gigi seri, yang berfungsi untuk memotong, gigi taring untuk mengoyak dan gigi geraham untuk mengunyah. Beragamnya bentuk dan fungsi gigi pada manusia ( polident ), menunjukkan bahwa evolusi pada mahluk primat lebih berkembang dibandingkan reptil yang hanya punya satu jenis bentuk dan fungsi gigi ( monodent ). Laju pertumbuhan gigi geraham tidak sama di antara genus homo dengan ordo primat. Gigi geraham dapat dijadikan indikator untuk menduga usia suatu mahluk. Pada simpanse gigi geraham pertama tumbuh pada usia 3 tahun dan 6 tahun pada bayi manusia. Pada manusia gigi geraham ke dua muncul pada usia 12 tahun dan pada usia 6 tahun pada simpanse. Gigi geraham ke tiga tumbuh pada usia 12 tahun pada simpanse dan 20 tahun pada manusia. Gigi terakhir yang tumbuh adalah geraham ke tiga. Dengan kata lain, laju pertumbuhan gigi geraham dapat dijadikan indikator penghitungan usia pada mahluk jenis homo dan primat.
Dalam perjalanan evolusi nya, bentuk dan ukuran rahang, gusi dan gigi pada spesies homo sapiens mengalami penyusutan dan perampingan. Perubahan ini menimbulkan implikasi pada pengurangan jumlah gigi geraham. Hal ini disebabkan karena perubahan bentuk dan sifat makanan pada manusia. Pada masa lampau 3 juta tahun lalu, manusia belum menggunakan api untuk mengolah makanan. Makanan yang dikonsumsi keras. Dibutuhkan otot rahang yang kekar dan gigi yang besar untuk mengunyah makanan. Ketika mulai menggunakan api pada 1 juta tahun lalu, manusia mulai mengolah makanan dengan bantuan api. Makanan yang dikonsumsi mulai lunak. Kerja otot rahang dan gigi jadi dipermudah. Akibatnya ukuran otot rahang, ukuran gusi dan gigi jadi mengecil. Rahang jadi lebih ramping. Dengan mengecilnya ukuran rahang dan gusi, maka ruang/space yang tersedia tidak cukup lagi untuk menampung kehadiran geraham ke tiga yang mulai tumbuh pada usia antara 19 sampai 21 tahun. Sementara itu gigi geraham memaksa mau tumbuh juga walaupun ruang yang tersedia sudah tidak memadai. Akibatnya orang yang mengalaminya, menderita kesakitan, disertai demam, meriang. Bahkan ada yang sampai harus operasi untuk mengatasi masalah tersebut.
Sekarang ini lebih dari 35 persen dari populasi manusia generasi millenial sudah tidak mengalami pertumbuhan gigi geraham ke tiga. Walaupun geraham ke tiganya tidak tumbuh, tetapi jika dirontgent, kehadiran gigi itu masih tampak tertanam di dalam gusi dan tidak akan muncul lagi.
Beberapa generasi atau beberapa abad ke depan, gigi geraham ke tiga sudah lenyap sama sekali dari tubuh manusia , karena keberadaannya sudah tidak dibutuhkan lagi. Hal ini membuktikan proses evolusi fisik manusia masih berlangsung. Mari kita ucapkan good bye, adios, adieu pada gigi geraham ke tiga.
Sekarang ini lebih dari 35 persen dari populasi manusia generasi millenial sudah tidak mengalami pertumbuhan gigi geraham ke tiga. Walaupun geraham ke tiganya tidak tumbuh, tetapi jika dirontgent, kehadiran gigi itu masih tampak tertanam di dalam gusi dan tidak akan muncul lagi.
Beberapa generasi atau beberapa abad ke depan, gigi geraham ke tiga sudah lenyap sama sekali dari tubuh manusia , karena keberadaannya sudah tidak dibutuhkan lagi. Hal ini membuktikan proses evolusi fisik manusia masih berlangsung. Mari kita ucapkan good bye, adios, adieu pada gigi geraham ke tiga.
.png)

Comments
Post a Comment