EVOLUSI MANUSIA DAN ANGGARAN PENDIDIKAN NASIONAL
Sebagai seorang pendidik, saya sering merenung memikirkan nasib manusia khususnya bangsaku tercinta di masa depan.Pikranku menerawang sampai jauh ke belakang sekitar 4 juta tahun lalu di Afrika. Waktu itu ada sebuah meteor raksasa menghantam bumi,yang kemudian menimbulkan perubahan iklim drastis. Iklim menjadi lebih kering, diikuti dengan menyusut nya jumlah pohon pohon besar. Yang tersisa hanya semak perdu.Beberapa jenis kera besar kehilangan tempat hidup di pohon. Mereka dipaksa oleh keadaan untuk turun ke tanah.
Mereka kesulitan memantau kedatangan predator; karena pandangannya terhalang semak belukar. Mereka harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru. Pilihan yang ada adalah menegakkan tubuh dan berjalan tegak.
Berjalan tegak membawa konsekuensi besar dalam perjalanan evolusi selanjutnya. Salah satunya adalah mengecilnya ukuran rongga tulang panggul. Akibat selanjutnya semua induk betina tidak dapat melahirkan anak, jika ukuran bayi tidak dikurangi, termasuk ukuran kepala. Pengurangan ukuran kepala membawa akibat ukuran volume otak harus diperkecil.
Sebagai perbandingan ukuran volume otak anak bayi manusia ketika lahir 380 sampai 400 cc,dan anak bayi simpanse 200 cc. Ukuran volume otak manusia dewasa 1350 sampai 1400 cc dan simpanse dewasa 400 cc. Jadi proporsi volume otak bayi manusia dengan manusia dewasa adalah 1 : 3 dan 1 : 2 pada simpanse.
Jika manusia ingin mencapai proporsi yang setara dengan simpanse, maka usia kandungan pada manusia harus mencapai 20 sampai 21 bulan,dan pasti tidak ada induk manusia yang dapat melahirkan anak yang ukurannya setara balita seusia itu.
Jadi sebenarnya kelahiran anak manusia dipercepat, demi tercapai bentuk proporsional yang dapat dilahirkan oleh ibunya. Percepatan itu membuat bayi manusia lahir dalam keadaan lemah, tidak berdaya dibanding dengan anak simpanse.Masa ketergantungan dan pengasuhan anak pada induknya lebih panjang.Jadi anak manusia terlambat dewasa. Hal ini ditunjukkan juga dalam pertumbuhan gigi geraham pertama pada usia 6 tahun, geraham ke dua pada usia 12 dan geraham ke tiga pada usia 20 atau 21 tahun.Sementara pada simpanse, urutannya 3,6 dan 12 tahun.
Masa ketergantungan anak kepada induk yang lebih lama, membuat anak manusia punya waktu yang lebih singkat dalam proses belajar untuk menyerap pengetahuan dan pengalaman dari generasi induknya. Dalam perkembangan selanjutnya manusia menciptakan sebuah cara/teknik tertentu yang efisien untuk mewariskan pengetahuan dan pengalamannya. Cara dan teknik yang dimaksud, saat ini kita kenal sebagai pendidikan. Pendidikan pada dasarnya adalah siasat manusia untuk memangkas waktu proses pewarisan pengetahuan antar generasi, untuk menutup defisit waktu yang sudah digunakan dalam proses pengasuhan anak.
Jika dipikirkan secara mendalam, pendidikan adalah satu satunya mekanisme yang dapat diandalkan untuk mempertahankan kelangsungan eksistensinya di alam,sekaligus melanjutkan proses evolusinya
Mengingat vitalnya urusan pendidikan, sudah seharusnya Pemerintah dan DPR wajib mengalokasikan anggaran yang besar untuk sektor pendidikan. Sangat disayangkan,para petinggi Republik tidak memahami akar persoalan pendidikan,sehingga anggaran yang dikucurkan masih kurang memadai. Sementara itu bangsa bangsa lain yang menyadari vitalnya urusan pendidikan,menyediakan anggaran jauh lebih besar. Kesimpulan dari pembahasan di atas: Kepentingan kita terhadap pendidikan ternyata berakar pada masa yang sangat jauh dari kita di masa kini.
.png)

Comments
Post a Comment