ANALISIS KOMPLEKS WILAYAH UNTUK KAJIAN STRATEGI / TAKTIK MILITER KOLONIAL HINDIA BELANDA DI INDONESIA

Analisis kompleks wilayah adalah satu dari tiga pendekatan yang dikenal di dalam geografi modern. Pendekatan lainnya adalah pendekatan keruangan dan pendekatan ekologi. Pendekatan analisis kompleks wilayah merupakan gabungan dari keduanya.Tokoh utama yang mengembangkan pendekatan analisis kompleks wilayah  adalah ahli geografi berkebangsaan Inggris bernama Peter Haggett. Pendekatan analisis kompleks wilayah merupakan satu kesatuan yang utuh dan terpadu, sehingga dinamakan juga pendekatan geografi terpadu. Pendekatan  ini mengkaji penyebaran fenomena, gaya, masalah dalam keruangan, interaksi antara variabel  manusia dan  variabel lingkungan fisik yang saling terkait satu sama lainnya
Penerapan  pendekatan analisis kompleks wilayah terhadap gejala dan masalah, dapat menghasilkan berbagai alternatif pemecahan  masalah.
Pendekatan ini akan diterapkan untuk menganalisis posisi / lokasi kota kota tertentu khususnya di Provinsi Sumatera  Utara (Sumut ) dalam kaitannya dengan strategi dan taktik militer kolonial Hindia Belanda di Indonesia. 

Kondisi GeografiI dan Lingkungan Sumatera  Utara

Ditinjau dari segi ekosistem bentang lahan, provinsi  Sumatera Utara dapat dibagi jadi dua zona, barat dan timur keduanya dipisahkan oleh pegunungan Bukit Barisan. Di sebelah timur berbatasan dengan Selat Malaka, di sebelah barat dengan Samudera Hindia, di sebelah  utara dengan provinsi Aceh  dan di selatan dengan provinsi Sumatera Barat dan provinsi  Riau. Ibu kota dan kota terbesar di Provinsi Sumut adalah Medan, terletak di dataran  alluvial dengan topografi datar. Jarak kota Medan dengan pesisir lebih kurang 25 Km, dengan ketinggian rata rata 25 meter dari permukaan laut (dpl). Sejak akhir abad XIX,kota Medan sudah ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera.

Jika dibuka peta topografi provinsi Sumut selain Medan ada beberapa kota cukup besar yang letaknya di pedalaman, di kaki  pegunungan Bukit Barisan bagian lereng timur seperti Pematangan Siantar, Tarutung di lereng Barat. Tidak jauh dari Medan, di kaki perbukitan Bahorok, terdapat kota Binjai.


Peta Sebaran Kekuatan Militer Hindia  Belanda di Sumatera Utara

Dari kajian sumber tertulis dan data arkeologis diketahui bahwa kekuatan militer Hindia Belanda terkonsentrasi di kota kota Pematang Siantar,Tarutung dan Binjai. Kota kota tersebut sampai sekarang masih menjadi basis militer. Pada masa kolonial, tidak jauh dari Medan di desa Padang Bulan, dan Pancur Batu (dahulu namanya Arnhem) terdapat basis militer yang kuat. Pancur Batu adalah batas topografi datar sebelum masuk kawasan topografi bergelombang. Sementara itu,Medan sebagai pusat kekuasaan kolonial di Sumatera  tidak dilindungi oleh kekuatan militer yang memadai.Kota  Medan hanya dijaga oleh kesatuan militer setingkat detasemen atau kompi, yang markasnya terletak di kawasan lapangan Benteng, sekarang di tapak lokasi markas militer itu berdiri Hotel Santika Dyandra. Markas komando Militer terdapat di jalan Let jend.R Suprapto. 

Ternyata fenomena menarik ini juga terjadi di provinsi provinsi  lain, seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kota Batavia (sekarang Jakarta), hanya memiliki basis militer yang tergolong kecil untuk ukuran ibu kota negara, yaitu di Jatinegara (dahulu namanya Mester Cornelis). Kekuatan militer dipusatkan di Bandung.Bahkan markas pusat KNIL ( Koninklijke Netherlandsch Indie Leger) berada di Bandung, yang terletak di dataran  tinggi dengan ketinggian 750 m dpl. Sampai sekarang Bandung  menjadi pusat militer yang penting. Kota Semarang sebagai ibu kota provinsi Jawa  Tengah juga tidak dilindungi oleh kekuatan militer yang memadai. Justru kota kota di dataran tinggi di selatan Semarang yang dijadikan basis militer yang kuat. Di daerah Srondol ada markas militer yang sampai sekarang masih berfungsi  sebagai markas kesatuan elit Banteng Raiders. Kota kota Ambarawa, Ungaran, Salatiga dan Magelang yang semuanya terletak di dataran tinggi terkenal sebagai kota Garnisun Militer sampai hari ini.

Agaknya membangun basis militer di kaki bukit /pegunungan atau di dataran tinggi, bukan faktor kebetulan, tetapi memang sengaja dirancang seperti itu. Jika memang dirancang demikian, apa kiranya motif di balik rencana tersebut?. Beberapa dugaan mungkin dapat diajukan  
dan ini berkaitan langsung  dengan strategi dan taktik militer KNIL dalam perang menghadapi lawan terutama lawan yang sebanding atau lebih kuat.


Strategi dan Taktik Militer KNIL

Pada abad XIX belum dikenal pesawat udara, praktis tidak ada angkatann udara, hanya dikenal angkatan bermatra  darat dan laut. Jika ada invasi dari luar, maka dapat dipastikan serangan datang dari laut. Dengan model pertahanan yang diterapkan KNIL, sulit mempertahankan kota kota besar yang letaknya di pesisir seperti Batavia dan Semarang atau dekat dengan pesisir seperti Medan. Jika ada invasi, dapat diduga Pemerintah Hindia Belanda dan KNIL akan mengumumkan kota kota tersebut sebagai kota terbuka dan tidak dipertahankan secara militer. KNIL akan "mengajak" musuh bertempur di pedalaman  dan dataran tinggi yang sudah dipersiapkan sebagai basis militer. Untuk contoh kasus di Sumatera Utara, gerak maju pasukan musuh sudah dihadang di pinggiran kota yaitu kawasan Padang Bulan, berikutnya Pancur Batu, Binjai dan Pematang Siantar di kawasan Timur. Jika musuh masuk dari pesisir Barat, penghadangan  dilakukan di Tarutung. Dari segi taktik militer, akan lebih menguntungkan melakukan penghadangan dari posisi di ketinggian, karena dapat mengontrol area yang lebih luas dan lebih leluasa menempatkan/ menembakkan artileri medan dan howitzer. 

Di samping memberikan keuntungan taktis , cara ini juga  memberi keuntungan strategis yaitu dapat menjaga keutuhan kota kota besar di pesisir berikut utilitas kota dan mengurangi korban orang sipil. Argumentasi di atas mendapat dukungan konfirmasi dari data tertulis. Pada awal invasi Jepang ke Hindia Belanda, kota kota besar, pusat pemerintahan, termasuk kota Medan dinyatakan sebagai kota terbuka dan tidak dipertahankan secara militer. Kota kota besar tetap utuh, selamat dari kehancuran. Dari paparan di atas, menjadi jelas apa strategi dan taktik militer KNIL. Strategi KNIL adalah : 

Mempertahankan keutuhan kota kota besar berikut utilitas kota.Taktik  yang dijalankan untuk dapat mencapai tujuan strategis  itu adalah : Menggiring musuh ke luar kota  untuk bertempur di dataran tinggi.



Kegagalan Taktis Militer KNIL.

Pada akhir tahun 1941, Jepang menyerang Pearl Harbour, wilayah Amerika Serikat di Samudera Pasifik.Tidak lama  kemudian Hindia Belanda menyatakan perang dengan Jepang. Dalam waktu 3 bulan, Seluruh kawasan Asia Tenggara berhasil direbut Jepang dari tangan Perancis  (Vietnam ,Laos dan Kamboja), Inggris ( Myanmar, Malaysia   dan Singapura) dan Belanda (Indonesia). Dalam waktu satu minggu, Hindia Belanda takluk kepada Jepang, nyaris tanpa pertempuran berarti. Seluruh taktik militer yang sudah dirancang, tidak berjalan sama sekali. Hal ini menimbulkan pertanyaan menarik. Apa yang terjadi dengan militer KNIL yang  dalam sepanjang sejarahnya sangat tangguh dalam menggilas kerajaan kerajaan di Nusantara, tetapi tidak berdaya sama sekali  menghadapi Jepang. Menjelang invasi Jepang, kekuatan KNIL tergolong besar, terdiri dari 60.000 personil terlatih bersenjata lengkap, mempunyai angkatan laut dan udara. Kekalahan KNIL yang begitu cepat disebabkan beberapa faktor, antara lain : 

1. Kematian mendadak akibat kecelakaan pesawat terbang  yang menimpa Jenderal Barenschout, Panglima KNIL yang  kharismatik pada saat menjelang invasi Jepang. Barenschout adalah perwira brilian, punya  reputasi cemerlang  dan populer. Kematianya telah menghancurkan moril pasukan KNIL di saat genting. Pengganti Barenschout  adalah Kepala Staf KNIL, Let.jend. Hein Ter Porten, yang kapasitas kemampuannya jauh  dari memadai. Hal ini telah menghancurkan rasa percaya diri para perwira dan prajurit  KNIL.

2. Berita kehebatan sepak terjang tentara Jepang di medan perang Asia Tenggara Daratan, dengan jenderal jenderal legendarisnya  seperti Yamasita dan Imamura, telah mematahkan semangat tempur pasukan KNIL.
Bahkan Gubernur Jenderal AWL  Tjarda van Starkenbroug Stachouwer sangat kecewa dengan kualitas kepemimpinan Jenderal H Ter Porten. Gubernur Jenderal, tidak ingin jadi tawanan Jepang dalam kapasitas sebagai  Panglima tertinggi, telah menyerahkan jabatan itu kepada Ter Porten dan hanya memegang jabatan pejabat sipil tertinggi.Dapat dikatakan pasukan KNIL sudah kalah sebelum bertempur.


Motif Di Balik Strategi Militer  KNIL

Setelah terungkap  strategi  militer KNIL, justru menimbulkan pertanyaan menarik berikutnya. Apa motif yang mendasari strategi kota terbuka?.Untuk menjawab pertanyaan ini perlu membongkar dokumen dokumen lama, terutama yang berkaitan dengan pejabat pejabat dan institusi tertinggi dalam  pengambilan keputusan yaitu Gubernur Jenderal dan Algemene Secretarie (Sekretaris Negara).Dari penelusuran arsip/dokumen ditemukan satu pernyataan menarik yang diucapkan oleh Gubernur Jenderal Bonifacius Cornelius de Jonge(1931 - 1936). Sang Gubernur Jenderal  yang terkenal konservatif dan reaksioner pernah mengeluarkan pernyataan : " Kami sudah berada di sini selama 300 tahun dan akan tetap di sini untuk selama 300 tahun lagi".Sejak awal berkuasa, Belanda ingin tetap menguasai Nusantara selamanya. Walaupun dalam suatu kurun waktu  tertentu mereka harus angkat kaki dari Nusantara, tetapi  mereka punya keyakinan  dapat  kembali. Hal itu mereka buktikan ketika terusir oleh Inggris pada awal abad XIX dan ketika Jepang kalah perang dan perang dunia II berakhir. Dengan segala cara Belanda berusaha kembali ke Indonesia. Itulah sebabnya mengapa mereka menerapkan strategi  kota terbuka, agar kota dan segala fasilitas utilitasnya tatap utuh, yang akan mereka tempati lagi, ketika keadaan sudah kondusif, sehingga dapat menghemat biaya, waktu dan tenaga.

Kesimpulan

Analisis kompleks wilayah dapat digunakan untuk mengkaji sebaran fenomena di dalam struktur keruangan dan kaitannya dengan variabel variabel lingkungan fisik serta dengan berbagai aktivitas manusia. Dengan analisis kompleks wilayah dapat diungkapkan strategi/taktik militer KNIL dan motif yang mendasarinya

Comments

Popular Posts